Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Antisipasi Strategi Siswa Kutu Loncat

11 Juli 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN gelombang kedua mulai dibuka kemarin (10/7) hingga Sabtu (13/7). Yang menjadi atensi Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban pada PPDB susulan adalah  antisipasi pendaftar kutu loncat. Dikhawatirkan, sejumlah siswa mendaftar di sekolah yang pagunya belum terpenuhi hanya untuk sementara. Setelah diterima, mereka merencanakan kepindahan ke SMPN kota.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, pendaftar kutu loncat sangat mungkin terjadi. Strategi tersebut sering dilakukan karena tidak ada aturan yang melarang. Yang jadi atensi jika kursi kosong di SMPN tersebut diperjualbelikan oleh oknum pendidik kepada orang tua siswa yang merencanakan pindah. ‘’ Jual-beli kursi kepindahan melanggar hukum, jika terjadi urusannya dengan penegak hukum,’’ tegasnya.

Untuk saat ini, kata Nur Khamid, seluruh kursi di SMPN kawasan kota terpenuhi sesuai pagu. Tak satu pun siswa yang menyatakan mengundurkan diri saat daftar ulang. Namun, ada peluang kursi kosong jika ada siswa yang tiba-tiba pindah ke luar kota, meninggal, atau masalah lain. Kursi kosong tersebut bisa diisi kepindahan siswa, namun dilarang keras untuk dijual. ‘’Kalau tidak ada kursi kosong di SMPN, ya tidak bisa dipaksa menerima siswa pindahan,’’ tegas dia.

Mantan sekretaris disdik setempat ini mengimbau kepada seluruh SMPN agar tidak mudah memberi akses siswa untuk pindah sekolah tanpa alasan yang jelas. Seluruh permintaan kepindahan orang tua dari SMPN pinggiran ke kawasan kota wajib dilaporkan ke disdik. Tujuannya, agar mudah memantau untuk menghindari praktik jual-beli kursi kepindahan orang tua. ‘’Kalau pindah ke luar kota silakan, tapi kalau pindah antarkecamatan tanpa alasan yang jelas harus diawasi,’’ katanya.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini menambahkan, SMPN yang kekurangan pagu masih diberi kesempatan membuka PPDB susulan hingga Sabtu (13/7). Karena menggunakan sistem offline, Nur Khamid mengaku belum mengetahui jumlah pendaftar susulan pada hari pertama PPDB gelombang kedua kemarin. ‘’Untuk gelombang dua belum terdata jumlah pendaftarnya karena menggunakan sistem offline. Karena itu, harus menunggu hingga hari terakhir Sabtu (13/7),’’ tutur dia.

Pendidik yang juga pelatih gulat ini menambakan, pada tahap akhir pendaftaran daring, seluruh siswa terdata sudah melakukan daftar ulang. Sehingga, dipastikan tak ada pergeseran posisi siswa. Nur Khamid memastikan seluruh proses daftar ulang berjalan lancar. ‘’Sekarang yang jadi fokus sekolah yang pagunya masih kurang, harus terpenuhi seluruhnya,’’ ujar dia optimistis banyak pendaftar susulan.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia