Senin, 20 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Rekanan Lokal Kesulitan

11 Juli 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

PROYEK dengan nilai belasan miliar ke atas tentu membuat kontraktor atau rekanan lokal melongo. Sebab, kontraktor tersebut kesulitan mengikuti proses lelang hingga pengerjaan.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensinas) Bojonegoro Ali Huda mengatakan, proyek yang nilainya besar, yakni di atas Rp 10 miliar membuat rekanan lokal kesulitan. Selain karena anggaran, juga karena syarat administrasi tidak bisa memenuhi.

“Untuk bisa ikut proyek besar harus memiliki syarat kompetensi dasar 30 persen. Juga pengalaman kerja mengerjakan proyek nilainya hampir sama,” ujar dia.

Ali menjelaskan, proyek jalan di Bojonegoro nilainya memang besar-besar. Sehingga, rekanan lokal tidak ada yang bisa memenangkan lelangnya. “Saat ini rekanan lokal hanya mengerjakan jembatan, drainase, dan tembok penahan tanah (TPT) yang nilainya kecil,” jelasnya.

Menurut Ali Huda, rekanan berbadan hukum PT sejauh ini belum ada yang menang lelang. Rekanan yang memenangkan baru berbadan hukum CV. Yakni yang mengerjakan proyek di bawah Rp 10 miliar.

Saat ini, lanjut Ali Huda, sudah tidak mungkin mengubah paket proyek itu. Sebab, kontrak pemenang lelang sudah mulai dilakukan. Sehingga, yang bisa dilakukan hanya menjadi subkontraktor.

“Tapi itu juga berisiko bagi rekanan lokal,” jelasnya.

Banyaknya proyek yang dikerjakan oleh rekanan luar daerah akan berimbas pada peningkatan ekonomi warga. Sebab, banyak pendapatan yang akan masuk ke kantong pengusaha luar daerah. “Pajaknya juga masuk di mana PT itu terdaftar,” ujar pria juga anggota DPRD setempat.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia