Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Niagara Mini Indah ketika Sore

Wisata Air Kracakan di Desa Payaman Semakin Ramai

10 Juli 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SENSASI ALAM: Dasar Sungai Bengawan Solo ini membentuk air terjun mini. Pengunjung membludak ketika sore menikmati wisata musiman.

SENSASI ALAM: Dasar Sungai Bengawan Solo ini membentuk air terjun mini. Pengunjung membludak ketika sore menikmati wisata musiman. (MOCHAMAD NURKOZIM/RDR.BJN)

Share this      

NGRAHO - Suara deru air terdengar gemeracak ketika mengunjungi Wisata Air Terjun Kracakan. Sinar matahari yang memancar siang itu, justru semakin menambah air terjun dadakan di Sungai Bengawan Solo itu semakin indah. 

Wisata Air Terjun Kracakan ini musiman. Hanya, terjadi di musim kemarau. Selama liburan sekolah ini, pengunjungnya semakin membludak. Uniknya, wisata musiman ini dimiliki dua wilayah. Yakni, Bojonegoro dan Blora.

Dari sisi Bojonegoro, tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, terlihat beberapa orang berswafoto. Sebagian lagi memancing. Yang terlihat ramai justru di sisi Cepu, Blora. Banyak pengunjung duduk-duduk di sebuah tenda. Tenda itu didirikan ditengah Bengawan Solo yang mengering. 

‘’Kalau sore hari, sisi Bojonegoro yang ramai,’’ kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Zi Haulhaq saat ditemui.

Ketika sore, suasana lebih adem. Sehingga, banyak yang datang. Bahkan, sorot matahari sore juga menambah air terjun terlihat lebih indah. ‘’Kalau sore parkir penuh. Baik dari warga setempat maupun warga lain,’’ jelasnya.

Pemerintah desa kedua wilayah itu sama-sama mengelolanya. Namun, spot terbaik untuk melihat air terjun di Bojonegoro. Sedangkan kelebihan spot di bagian Cepu bisa menceburkan diri. Di wilayah Cepu airnya lebih dangkal. ‘’Kalau di sini banyak bebatuannya,’’ terang dia.

Air terjun di Desa Payaman itu adalah musiman. Hanya ada musim kemarau. Itu terjadi karena menyusutnya debit air Sungai Bengawan Solo membuat bebatuan dasar sungai berupa lubang-lubang terlihat. 

Aliran air sungai terpanjang di dunia itu masuk dalam lubang itu. Terciptalah sebuah pemandangan nan indah. Mirip air terjun Niagara di Amerika Serikan (AS). ‘’Orang-orang menyebutkan Niagara kecil,’’ tutur dia.

Zi juga tidak tahu bagaimana asal muasal air terjun itu. Menurut dia, itu sudah ada sejak lama. Saat masih kecil. ‘’Tidak ada tambang pasir disini. Itu bukan karena tambang pasir kok,’’ jelasnya.

Pengunjung air terjun itu memang banyak. Banyak yang penasaran ingin melihat. Apalagi air terjun itu tidak setiap waktu ada. Saat musim hujan air terjun itu sudah tiada. Ditelan derasnya air sungai Bengawan Solo. ‘’Jadi, ini momentum,’’ terangnya.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia