Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Temukan Harga Elpiji Melebihi HET

Terjadi di Sukosewu dan Dander

10 Juli 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BARANG SUBSIDI: Petugas disdag saat mengecek elpiji di Kecamatan Dander. Temuan elpiji di atas HET diklaim dari tingkat agen.

BARANG SUBSIDI: Petugas disdag saat mengecek elpiji di Kecamatan Dander. Temuan elpiji di atas HET diklaim dari tingkat agen. (MOCHAMAD NURKOZIM/RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO - Pasokan elpiji 3 kilogram (kg) kembali tersendat akhir-akhir ini. Bahkan, di beberapa lokasi harganya mulai melebihi harga eceran tertinggi (HET). 

‘’Saat ini elpiji susah dapatnya,’’ ujar Eko kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Pria warga Desa Pacul, Kecamatan Kota, yang menjual elpiji eceran itu mengaku susahnya mendapatkan elpiji sejak dua minggu terakhir. Bahkan, beberapa warga desa lain banyak yang membeli elpiji di tokonya. 

Dinas perdagangan (disdag) dan pasar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah agen dan pangkalan terkait hal itu. Dan meminta keterangan terkait kelangkaan elpiji itu.

‘’Laporan yang kami terima terjadi di Sukosewu dan Dander. Kami sidak di sana,’’ kata Plt Kepala Disdag Agus Hariyana usai mutasi Senin (8/7). Agus Hariyana pun kini dimutasi menjadi Camat Gayam.

Agus menjelaskan, berdasarkan hasil sidak petugas disdag, kenaikan harga elpiji itu tidak terjadi menyeluruh. Namun, hanya di sejumlah kecamatan. ‘’Berapa kecamatan belum kita pastikan,’’ ungkap dia.

Menurut Agus, sulitnya mendapatkan elpiji di sejumlah kecamatan itu karena permintaan tinggi akhir-akhir ini. Hal itu membuat pasokan elpiji di sejumlah pedagang eceran kerap habis. Padahal, pasokan dari pangkalan dan agen masih lancar.  

‘’Kalau dari agen dan pangkalan lancar. Selalu tepat waktu. Tidak ada masalah. Di tingkat eceran inilah sering habis,’’ jelasnya.

Agus melanjutkan, kenaikan harga elpiji hanya terjadi di pedagang eceran. Bukan di pangkalan. Sebab, jika kenaikan harga terjadi di pangkalan, tentu akan dikenai sanksi. ‘’Itu karena pangkalan harus menjual sesuai HET,’’ terangnya.

Agus memastikan akan menindak tegas pangkalan menjual elpiji 3 kg tidak sesuai HET. Sebab, elpiji 3 kg adalah barang bersubsidi dan selalu diawasi pemerintah.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia