Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pemetaan Lahan Kilang GRR Dipertanyakan

10 Juli 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TERKENDALA: Warga yang mempertanyakan pengukuran lahan kilang GRR di Desa Wadung, Kecamatan Jenu kemarin (9/7).

TERKENDALA: Warga yang mempertanyakan pengukuran lahan kilang GRR di Desa Wadung, Kecamatan Jenu kemarin (9/7). (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Pemetaan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) oleh tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban kemarin (9/7) kembali menuai kendala. Sejumlah warga menyampaikan keberatan  terkait pemasangan tanda batas lahan. Mereka beragumen kemelut pembangunan GRR masih proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Koordinator aksi Dwi Sutrisno mengatakan, PTUN sudah menolak penetapan lokasi (penlok). Kasus tersebut sekarang ini tengah proses kasasi di MA. Karena itu, warga berharap pengukuran lahan tersebut menunggu putusan sidang di lembaga peradilan tertinggi tersebut. ‘’Kalau seluruh proses sidang selesai, silakan mau dilanjutkan pengukuran. Sekarang proses hukum masih berjalan,’’ kata dia.

Pemuda Desa Wadung, Kecamatan Jenu ini juga mendesak seluruh pihak menaati aturan. Selain mempertanyakan pemasangan pembatas lahan, warga juga meminta kejelasan terkait harga yang dibanderol untuk lahan mereka. Tidak adanya harga yang pasti, membuat warga masih enggan berspekulasi. 

Project Koordinator Kilang GRR Tuban Kadek Ambara Jaya melalui PIC PT Surveyor Indonesia M. Ahmad Triyono mengatakan, Pertamina menghormati seluruh aspirasi masyarakat.  Pengukuran dan pemberian tanda batas lahan tersebut, kata Triyono, sudah berdasarkan kesepakatan pemilik lahan. Dalam prosesnya, disaksikan langsung pemilik lahan, tim pendamping BPN, dan kilang GRR Tuban. Terkait harga lahan, Pertamina  segera memastikan nominalnya jika seluruh proses pemetaan wilayah selesai. Untuk saat ini, diakuinya  belum menyentuh tahap kesepakatan penentuan harga. Karena itu,  pihaknya meminta warga untuk bersabar dan mengikuti seluruh tahapan. ‘’Kalau memasang harga sebelum waktunya, kami menyalahi aturan,’’ ujar dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia