Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Vita Septiana, Mantan Bidan dan Berwiraswasta

Pulang dari Jakarta, Memilih Berjualan Keripik Usus

Oleh: M. NURKOZIM

10 Juli 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

USAHA SENDIRI: Vita menunjukkan keripik usus produksinya. Pemasaran kian meluas.

USAHA SENDIRI: Vita menunjukkan keripik usus produksinya. Pemasaran kian meluas. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KERIPIK usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pemain atau pelaku usaha bidang itu masih minim. Vita Septiana mencoba peruntungan bisnis camilan ini, setelah sebelumnya bekerja di Jakarta.

Vita Septiana duduk santai di sofa rumahnya. Di depannya ada beberapa bungkus jajanan. ‘’Itulah produk buatan saya,’’ ujar Vita kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro minggu lalu.

Itulah produksi keripuk usus. Keripik kerap ditemui di sejumlah toko oleh-oleh di Bojonegoro. Tiga tahun terakhir Vita menekuni usaha itu. Produksi keripik usus. Omzetnya lumayan. Saat ini mencapai belasan juta sebulan.

Perempuan 29 tahun itu mengatakan, keripik usus memiliki pangsa pasar bagus. Namun, pelaku usaha camilan itu masih minim. Jika ada, masih berskala kecil dan sangat sederhana.  ‘’Pasar bagus dan pesaingnya masih minim,’’ terangnya.

Keripik usus ayam memang camilan sudah lama. Banyak dikenal orang. Namun, Vita menawarkan yang lain. Bukan keripik usus biasa. Tersedia berbagai rasa. Mulai barbeque, keju, pedas, dan original.

Ide bisnis keripik usus sebetulnya juga bukan dari dia sendiri. Namun, dari salah satu temannya. Saat masih kerja sebagai bidan di rumah sakit Polri Jakarta. Saat itu, dia memang suka makan keripik usus.

‘’Suatu ketika teman menyarankan saya untuk membuat sendiri,’’ ucap perempuan tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Lama-lama peminat keripik usus buatanya cukup banyak. Mulai memproduksi permintaan rekan kerja. Pemasaran diperluas. Merambah pasar online. Repons konsumen bagus. Puluhan bungkus bisa ludes setiap hari.

‘’Satu tahun saya bekerja dan usaha. Kemudian, saya putuskan berhenti bekerja dan mulai berbisnis,’’ terangnya.

Pada 2017 dia pulang ke Bojonegoro. Dia mulai serius menggeluti usaha keripik usus. ‘’Orderan juga semakin banyak datang dari berbagai penjuru daerah. Omzet semakin lama semakin besar,’’ tutur dia.

Cara membuat keripik usus cukup mudah. Usus sudah dicuci dilumuri tepung kemudian digoreng. Sampai kering. Untuk menambah selera diberilah rasa-rasa. ‘’Kemasannya juga harus menarik,’’ ungkap dia.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia