Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Mencuri Sapi untuk Judi Online

09 Juli 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIKEMBALIKAN: Utomo, pemilik sapi yang dicuri didampingi Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat diwawancarai awak media.

DIKEMBALIKAN: Utomo, pemilik sapi yang dicuri didampingi Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat diwawancarai awak media. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Menjelang Idul Adha, harga hewan ternak mulai merangsak naik. Itulah yang memotivasi Ahwan Harisman, 25, warga Perum Bukit Karang nekat menggasak dua ekor sapi sekaligus milik Utomo, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Sapi curian tersebut berhasil dijual Rp 12 juta dan uang hasil penjualan digunakan untuk judi online.

Remaja pengangguran tersebut menjual induk sapi beserta anaknya tersebut ke pasar sapi. Pelaku yang pernah dipenjara karena kasus penggelapan tersebut diamankan dengan barang bukti satu ekor sapi betina yang disita dari pembelinya. Serta uang jutaan rupiah sisa dari hasil penjualan ternak curian. Sementara anak sapi yang juga dicuri masih dalam lidik karena belum diketahui identitas pembelinya.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan pelaku menjual induk sapi beserta anaknya dengan harga normal Rp 12 juta di pasar sapi. Modus operandinya pelaku yang sudah mengincar rumah korban, langsung menyatroni saat malam hari. Ketika penghuni rumah tertidur pulas, Ahwan langsung masuk ke kandang ternak yang lokasinya terpisah dengan rumah. ‘’Setelah dicuri, sapi langsung dibawa ke pasar hewan untuk dijual. Dan ternyata langsung laku,’’ jelasnya.

Ketika mencuri, salah satu tetangga korban melihat aksi pelaku. Saksi mata itulah yang menjadi kunci penting pengungkapan kasus tersebut. Hingga selanjutnya anggota Satreskrim Polres Tuban mendapati sapi sudah terjual di pasar hewan Jalan HOS Cokroaminoto Tuban. ‘’Saat hendak diamankan pelaku berusaha melarikan diri, hingga terpaksa kami lumpuhkan,’’ tegas perwira berpangkat melati dua di pundak itu.

Kepada awak media, Ahwan terang-terangan mengaku nekat mencuri untuk mengikuti judi online. Dia yang baru bebas enam bulan lalu tersebut harus kembali mendekam di balik jeruji besi. Sebelumnya Ahwan divonis delapan bulan kurungan atas dakwaan penipuan atau penggelapan. ‘’Sapi curian saya giring dari rumah (korban) ke pasar sapi setengah jam. Tidak ada bantuan kendaraan apa-apa,’’ ungkap pemuda itu.

(bj/yud/wid/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia