Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Budi I., Tuding Ada Pihak Ketiga Menunggangi

Abidin Fikri Ditolak

08 Juli 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BANJIR PROTES: Para kader PDIP Bojonegoro saat konfercab kemarin (7/7). PAC menolak keputusan DPP yang memilih Abidin Fikri.

BANJIR PROTES: Para kader PDIP Bojonegoro saat konfercab kemarin (7/7). PAC menolak keputusan DPP yang memilih Abidin Fikri. (MUHAMMAD SUAEB/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONGEORO - Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bojonegoro kemarin (7/7) berlangsung gaduh. Peserta konfercab menolak Abidin Fikri sebagai ketua DPC PDIP Bojonegoro.

Konfercab di salah satu hotel di Surabaya itu, hingga di-pending. Dan, pukul 13.30 peserta konfercab dari pimpinan anak cabang (PAC/tingkat kecamatan) hingga keluar forum. Kegaduhan konfercab ini selanjutnya dikembalikan ke dewan pimpinan pusat (DPP).

Penunjukan Abidin Fikri itu hasil keputusan DPP PDIP. Ada tiga nama. Selain Abidin, juga Hasan Abrori, sekretaris, dan Bambang Sutriyono, bendahara.

“PAC menganggap nama-nama yang direkomendasikan, tidak kapabel. Selama ini tidak terlalu kelihatan kinerjanya di partai,” kata Ketua PAC PDIP Kota Malikin.

Keputusan tiga nama calon ketua DPC PDIP dari DPP tidak dikehendaki peserta konfercab. Alasannya, tiga nama yang diputuskan DPP PDIP itu dinilai tidak sesuai usulan 28 PAC. Sehingga, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap pengembangan partai.

Malikin mengatakan, keluarnya peserta dari forum konfercab, sebagai bentuk penolakan tiga nama yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi dari pengurus partai di akar rumput. Sebab, beberapa pengurus DPC sudah terbukti kinerjanya, justru tidak masuk rekomendasi DPP.

Sehingga, dia tetap menolak rekomendasi tersebut dan berharap DPP untuk bersikap objektif agar ke depan PDIP Bojonegoro lebih maju.

“Kami menolak dan mengembalikan ke DPP,” ujar Ketua PAC PDIP Dander Erix Maulana.

Dia menambahkan, alasan PAC paling mendasar adalah, Abidin Fikri tidak pernah diusulkan oleh PAC dalam penjaringan atau rapat pleno PAC serentak 27 Juni lalu. “Tidak ada satu pun PAC mengusulkan namanya. Artinya, akar rumput dan ujung tombak PDIP Bojonegoro tidak menghendaki,” ucap Ketua PAC PDIP Kedungadem Amin Tohari.

Sementara itu, Budi Irawanto menyatakan, keributan tersebut karena emosi sejumlah PAC. Dan menduga ada pihak ketiga yang menunggangi. Sebab, Bojonegoro merupakan kabupaten strategis yang kaya sumber daya mineral (SDM), terutama minyak dan gas bumi (migas).

“Pasti banyak kepentingan dari luar partai yang ikut bermain,” tudingnya.

Sehingga, pria menjabat Wakil Bupati (Wabup) berharap keberatan PAC tetap diperhatikan oleh DPP partai. Sebab, mereka yang selama ini berjuang menjadi ujung tombak dalam membesarkan partai.

Sementara itu, Abidin Fikri saat dikonfirmasi terpisah masih enggan berkomentar. Politikus juga anggota DPR RI itu beralasan sedang rapat. “Maaf  ya, saya masih rapat,” ujarnya via ponsel.

Sementara itu, Go Tjong Ping dan Bambang Sutriyono juga belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

(bj/msu/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia