Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Melihat Sekolah Mantan Menteri Penerangan

Dulu Sekolah Favorit, Kini Hanya Dapat 15 Siswa

Oleh: M. MAHFUDZ MUNTAHA

08 Juli 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENGENANG: Kustiyah menunjukkan tape recorder, amplifier, dan headset pemberian mantan Menteri Penerangan Harmoko.

MENGENANG: Kustiyah menunjukkan tape recorder, amplifier, dan headset pemberian mantan Menteri Penerangan Harmoko. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/JAWA POS RADAR BLORA)

Share this      

ZAMAN Orde Baru lalu, Blora memiliki lima sekolah favorit. Termasuk SMP 1 Kristen Blora. Namun, sistem zonasi membuat sekolah tersebut kesulitan mendapatkan siswa baru.

Dua bangunan dua lantai berdiri bersebelahan. Memasuki sekolah sederhana ini seakan melewati dua gedung kembar dua lantai itu. Terlihat beberapa siswa bermain, meski libur semester.

Terdapat bangunan bercat cokelat dan berjendela besar tinggi putih khas bangunan awal kemerdekaan masih berdiri kukuh. Bangunan tersebut menandakan usia sekolah ini sudah berumur tua.

Perempuan berkacamata dan berambut sepanjang bahu mempersilakan memasuki ruangannya. Kustiyah, namanya. Dia kepala SMP 1 Kristen. Dia memastikan, sekolahnya tertua di Blora. Berdiri sejak 1950. Saat itu belum banyak sekolah berdiri di Blora.

“Bangunan ini (bangunan utama dengan pintu tinggi, Red) adalah bangunan pertama di sekolah ini,” jelasnya.

Dulu, lembaga pendidikan ini sekolah favorit di Blora. Namun, saat ini, termasuk sistem zonasi, sekolah legendaris ini kesulitan mendapatkan siswa.

Pada masa kejayaan era 1960-an SMP 1 Kristen ini jumlah siswanya bisa 1.000 siswa. Karena siswa begitu banyak, akhirnya dibagi dua waktu. Siswa masuk pagi dan siang. Dulu di Blora hanya ada lima SMP. Yakni SMP 1 Kristen, SMP Katolik, SMPN 1 Blora, SMPN 2 Blora, dan SMP Muhammadiyah. Belum ada sekolah swasta atau negeri yang lain. Lima sekolah ini pun bersaing ketat. Apalagi saat kejuaraan olahraga.

Dulu SMP Kristen menjadi sekolah favorit. Beberapa tokoh nasional pernah belajar di sini. Paling terkenal, kata Kustiyah, adalah mantan Menteri Penerangan Harmoko. Menteri era Order Baru Presiden Soeharto itu, Harmoko juga pernah menjadi mantan ketua MPR/DPR.

Hanya, menurut dia, Harmoko tidak lama belajar di Blora. Hanya satu tahun. Di kelas dua. Tinggal di Blora bersama saudaranya. “Kemudian setelah itu ikut orang tuanya pindah ke Jakarta,” ujarnya tak bisa memastikan tahun ketika Harmoko menjadi siswa SMP Kristen itu.

“Beliau itu kakak kelas saya jauh. Jadi saya tidak tahu persis,” ujar Kustiyah, pada 1970-an menjadi siswa SMP Kristen tersebut.

Hanya, keberadaan SMP di Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, ini sangat melekat di hati Harmoko. Hal itu dibuktikan, saat Harmoko menjabat Menteri Penerangan pada 1983 melakukan kunjungan ke Blora. Sekolah yang dikunjungi, yakni SMP Kristen ini.

“Saat itu sekolah menyambut ramai-ramai, karena menteri berkunjung,” jelasnya.

Saat kunjungan itu, menurut dia, Harmoko memberikan bantuan tape rocorder, headset dan amplifier yang digunakan laboratorium bahasa. “Dulu barang-barang ini sudah menjadi barang paling bagus di Blora. Sekolah lain belum ada yang punya,” kenang wanita berusia 62 tahun itu.

Sekarang, menurut Kustiyah, pihak sekolah masih menyimpan kenang-kenangan dari Harmoko. Kustiyah pun menunjukkan barang-barang pemberian Harmoko. Meski pernah menjadi sekolah favorit karena letaknya di jantung kota, kini semua itu hanya tinggal kenangan.

Perlahan-lahan, jumlah siswa mulai menurun. Seperti sejak Kustiyah menjabat kepala sekolah 2016 lalu, hanya 28 siswa. 2017 (15 siswa), 2018 (17 siswa), dan tahun ini 38 siswa.

Tahun ini dari hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) hanya mendapatkan dua siswa. Namun ada bantuan dari teman-temannya dari Pontianak yang mengirimkan anak-anak umur SMP sebanyak 13 siswa. Sehingga total 15 siswa untuk PPDB tahun ini.

“Saya harus memutar otak bagaimana caranya tetap bisa mempertahankan sekolah ini,” tuturnya bersemangat.

Penyebab hingga sekolahnya kekurangan siswa, kata dia, karena sejak 1990 mulai banyak SMP negeri dan swasta bermunculan. Saat ini ada 15 sekolah berada di wilayah Kecamatan Blora. (*/rij)

(bj/fud/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia