alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Segera Tata Ulang Petugas Parkir

07 Juli 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LAHAN RETRIBUSI: Deretan motor yang parkir di utara Alun-Alun Bojonegoro. Kepala Dishub Adie Witjaksono memastikan akan menata juru parkir di ruas jalan-jalan protokol. Termasuk memperbaiki rambu parkir yang sudah usang.

LAHAN RETRIBUSI: Deretan motor yang parkir di utara Alun-Alun Bojonegoro. Kepala Dishub Adie Witjaksono memastikan akan menata juru parkir di ruas jalan-jalan protokol. Termasuk memperbaiki rambu parkir yang sudah usang. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Penataan ulang rambu parkir segera dilakukan. Sejumlah rambu dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Termasuk akan menata petugas parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono menjelaskan, petugas parkir dilarang menerima uang dari pemilik kendaraan. Jika kendaraan itu bernomor polisi Bojonegoro.

‘’Mereka hanya boleh menerima jika dari luar Bojonegoro saja,’’ katanya kemarin (6/7).

Baca juga: Opening Ceremony Penuh Kejutan

Menurut Adi, sapaannya, petugas parkir masih banyak yang menerima uang dari pemilik kendaraan. Meskipun mereka tidak memintanya. Namun, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi pada masyarakat agar tidak memberikan uang pada juru parkir (jukir).

‘’Saya nanti yang akan turun langsung,’’ tegasnya.

Kawasan parkir Pasar Kota akan dijadikan kawasan khusus. Sebab, kawasan itu potensinya sangat besar. Namun, itu nanti akan membutuhkan aturan baru. ‘’Perbup (peraturan bupati) saat ini masih digodok,’’ jelasnya.

Parkir di Pasar Kota tetap masuk wilayah yang diatur dishub. Sebab, itu dilakukan di bahu jalan. Bukan di dalam pasar. ‘’Kalau di dalam pasar itu wilayah pengelola pasar,’’ jelasnya.

Sementara itu, dia menjelaskan, rambu di sejumlah jalan di wilayah kota dinilai sudah tidak sesuai. Sebab, rambu-rambu itu sudah dipasang sejak lama. Hingga kini belum pernah ditata ulang.

Rambu-rambu yang mendesak adalah parkir dan larangan parkir. Sejumlah lokasi membutuhkan parkir. Namun, di situ kadang diberikan rambu larangan parkir. ‘’Ini yang membutuhkan penataan ulang,’’ jelasnya.

Hal itu, lanjut Adi, sapaannya, ada di semua jalan protokol. Kondisi itu membuat masyarakat tidak nyaman. Sebab, toko yang ramai membutuhkan parkir. ‘’Tidak mungkin toko ramai kita larang parkir,’’ jelasnya.

(bj/zim/rij/min/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news