Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban
Nol Pendaftar hingga 6 Siswa

Sepuluh SMPN Masih Minim Siswa

04 Juli 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Hingga hari ketiga pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN, sepuluh sekolah masih minim siswa. Mengacu website tuban.siap-ppdb.com kemarin (3/7) pukul 15.00, sepuluh sekolah  menerima siswa kurang dari separo pagu yang tersedia. Meski sebagian sudah mendapat limpahan siswa dari sekolah lain dalam satu zona, ternyata tak banyak menolong sekolah tersebut untuk mengisi pagunya.

SMPN 3 Singgahan adalah satu-satunya sekolah yang masih nol calon siswa baru. Sekolah berikutnya yang pendaftarannya paling sedikit adalah SMPN 3 Montong yang baru menerima 6 siswa. Berikutnya, SMPN 3 Jatirogo (22 siswa), SMPN 2 Singgahan (29 siswa), SMPN 2 Grabagan (30 siswa), dan SMPN 3 Kerek (38 siswa).

Diperkirakan, hari terakhir pendaftaran Kamis hari ini (4/7) tak banyak mengubah daftar penerimaan calon siswa baru.

Wakil Ketua MKKS SMPN Denny Tricahyo Utomo mengatakan, sepuluh sekolah tersebut tiap tahun memang minim pendaftar. Pemicunya, jumlah anak didik dari SD di sekitar SMPN tersebut tidak banyak. Kalaupun ada jumlahnya sangat kecil. Itu pun banyak yang memilih untuk tidak melanjutkan ke SMP. ‘’SMPN 3 Singgahan biasanya mendapat siswa dari Ponpes Gomang. Saat ini banyak santrinya yang masih pulang kampung. Jadi memang masih belum ada pendaftar,’’ jelasnya.

Tak kalah miris, SMPN 3 Montong yang baru menerima enam siswa. Sebagai mantan kepala SMPN 3 Montong, Denny paham betul alasan sekolah di Desa Maindu, Kecamatan Montong ini selalu kekurangan siswa. Salah satunya karena banyak anak didik yang lebih memilih mendaftar di SMPN 1 Montong dan SMPN 2 Montong yang pagu siswanya cukup banyak. ‘’Jumlah siswa yang masuk SMPN tiap tahun memang tidak banyak berubah,’’ ungkap Denny.

Kondisi berbeda terjadi di SMPN kawasan kota. SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 Tuban dipastikan pagunya terpenuhi. Bahkan, pendaftar di SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban sudah overload sejak hari kedua pendaftaran. Sehingga, banyak siswa yang sudah bergeser ke sekolah lain dalam satu zona. Begitu pula SMPN 1 di masing-masing kecamatan. Seluruhnya sudah terisi sesuai kuota.

Pendidik seni budaya ini mengatakan, jika mengacu pertemuan terakhir dengan disdik dan MKKS SMPN Tuban, sekolah yang pagunya masih kosong diberi kesempatan untuk membuka PPDB gelombang dua untuk menjaring siswa yang belum mendapat sekolah. ‘’Keputusannya, ada PPDB susulan lintas zona khusus untuk SMPN yang masih kekurangan siswa. Kepastian tanggal berapa sampai berapa menunggu keputusan dari disdik,’’ ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, PPDB susulan diputuskan Kamis (4/7) hari ini. Setidaknya disdik perlu menunggu hari terakhir pendaftaran untuk memetakan berapa kepastian jumlah kekurangan pagu. ‘’Setelah pengumuman penerimaan siswa nanti kami evaluasi (untuk PPDB gelombang dua). Selama belum masuk jadwal sekolah masih bisa diatur lagi (untuk sekolah yang masih kekurangan siswa),’’ ujar mantan sekretaris disdik setempat itu.

Untuk sekolah yang pagunya sudah terpenuhi, kata Nur Khamid, setelah pelaksanan daftar ulang bisa langsung melanjutkan hari pertama masuk sekolah pada Senin (15/7).

(bj/ds/yud/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia