Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Pendaftar Ring Satu Membeludak

Siswa Ring Dua Sekolah Unggulan Gigit Jari

02 Juli 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MEMBELUDAK: Orang tua pendaftar zonasi yang memenuhi ruang antrian di SMPN 1 Tuban kemarin (1/7).

MEMBELUDAK: Orang tua pendaftar zonasi yang memenuhi ruang antrian di SMPN 1 Tuban kemarin (1/7). (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Pupus sudah harapan siswa di wilayah ring dua yang ingin masuk SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban. Pada hari pertama pendaftaran zonasi kemarin (1/7), pendaftar di dua sekolah unggulan tersebut hampir dipenuhi siswa dari ring satu. Ratusan pendaftar dari zonasi terdekat pada dua sekolah tersebut sudah mengisi lebih dari separo pagu yang ada.

Berdasarkan website tuban.siap-ppdb.com, hingga kemarin sore pukul 15.00, SMPN 1 Tuban sudah terisi 130 siswa dari total pagu 192 kursi. Sementara SMPN 3 Tuban sudah terisi 117 siswa dari total pagu 256 kursi. Jumlah tersebut terus bertambah, mengingat sebagian data masih proses input. Siswa yang statusnya diterima sementara mayoritas berasal dari wilayah yang dipetakan dinas pendidikan (disdik) sebagai desa/kelurahan ring satu sekolah.

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) PPDB yang dikeluarkan disdik, wilayah ring dua SMPN 1 Tuban meliputi Kelurahan Sidorejo, Latsari, Gedongombo, Panyuran, Perbon, dan Karang. Selanjutnya, Desa Bejagung dan Tasikmadu. Ring dua SMPN 3 Tuban, meliputi Kelurahan Kebonsari, Kutorejo, Mondokan, Sidomulyo, Sendangharjo, dan Karang. Kemudian, Desa Kembangbilo dan Sugihwaras (Jenu). Hari pertama kemarin, pendaftar dari desa yang disebutkan di atas berada di urutan buncit.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, kesuksesan sistem zonasi salah satunya dinilai dari tidak adanya pendaftar yang rumahnya jauh. Banyaknya pendaftar dari wilayah ring satu menjadi tolok ukur bahwa mayoritas orang tua calon siswa sudah memahami sistem zonasi. ‘’Sejak awal disdik bersama MKKS sosialisasi kepada orang tua dan siswa agar mendaftar di sekolah yang lokasinya terdekat. Alhamdulillah ini diwujudkan,’’ ujar dia.

Terkait kecilnya peluang siswa ring dua diterima di sekolah unggulan, Nur Khamid meminta orang tua calon siswa agar lebih bijak. Dengan misi pemerataan pendidikan seperti sekarang ini, dalam beberapa tahun lagi predikat sekolah unggulan tak lagi melekat pada sekolah tertentu. Harapannya akan merata ke seluruh sekolah di kecamatan. ‘’Kalau pada akhirnya calon siswa tergeser pada sekolah pilihan kedua atau terakhir, ya harus diterima,’’ imbau mantan sekretaris disdik setempat itu.

Nur Khamid mengatakan, jika pada akhirnya siswa tak diterima hingga pilihan terakhir, MKKS diinstruksikan untuk mengarahkan ke sekolah yang pagunya masih kosong. Pada hari terakhir pendaftaran nanti, disdik dan MKKS sepakat akan melakukan pemerataan pendaftaran bagi siswa yang tak mendapat sekolah untuk  diarahkan ke sekolah yang pagunya masih kosong. ‘’Yang tidak diterima hingga pilihan terakhir, pilihannya ke sekolah yang pagunya masih kurang atau ke swasta,’’ ujar mantan kepala SMAN 1 Soko itu. (yud/ds)

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia