Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
ASMAN untuk Masyarakat Sehat Mandiri

Budidaya TOGA dan melatih Akupresur untuk Kurangi Pengobatan Kimia

27 Juni 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PENUH KEBERSAMAAN: Bupati Fadeli bersama Inna Rosalina, Wabup Kartika Hidayati, Makhdumah Fadeli, dan dr Taufik Hidayat bersama peserta festival Asman se-Kabupaten Lamongan.

PENUH KEBERSAMAAN: Bupati Fadeli bersama Inna Rosalina, Wabup Kartika Hidayati, Makhdumah Fadeli, dan dr Taufik Hidayat bersama peserta festival Asman se-Kabupaten Lamongan. (Istimewa)

Share this      

LAMONGAN - Pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu kegiatan yang kerap dilakukan oleh hampir 59,1 persen penduduk Indonesia. Namun tidak semua sesuai dengan standar dan kualitas yang ditetapkan Undang-Undang (UU) nomor 36 tahun 2009. Yakni tentang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisonal oleh pemerintah. Karena itu, melalui gerakan asuhan mandiri (ASMAN), sistem kesehatan nasional bisa dilakukan secara tradisional dan alami. Salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA) dan ketrampilan Akupresur. Toga merupakan sekumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan untuk memelihara kesehatan keluarga. Sedangkan Akupresur adalah ketrampilan yang dilakukan dengan melakukan penekanan/pemijatan pada titik-titik akupuntur menggunakan jari.

Terkait itu, digelar Festival Asuhan Mandiri (ASMAN) pemanfataan TOGA dan Akupresur di Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan oleh Dinas Kesehatan setempat. Acara tersebut dihadiri Direktur Obat Tradisional Kementerian Kesehatan, Dr dr Inna Rosalina; Bupati Lamongan, Fadeli; Wabup Kartika Hidayati; Sekkab Yuhronur Efendi; Ketua Tim Penggerak PKK, Makhdumah Fadeli, serta para kepala OPD dan stakeholder terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Taufik Hidayat menjelaskan, budidaya tanaman TOGA sangat mudah. Bahan obat tradisional ini bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat agar tidak ketergantungan dengan bahan kimia. Selain itu, pemanfaatan TOGA bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Juga meningkatkan kelembagaan kelompok Asman.

BERMANFAAT: Bupati Fadeli bersama Makhdumah Fadeli, Kartika Hidayati, dan Yuhronur Efendi ikut menikmati minuman dari ramuan Toga.

BERMANFAAT: Bupati Fadeli bersama Makhdumah Fadeli, Kartika Hidayati, dan Yuhronur Efendi ikut menikmati minuman dari ramuan Toga. (Istimewa)

Taufik mengatakan, melalui kegiatan asman ini, bisa mempermudah dan menyukseskan program pemerintah. Salah satunya Lamongan Zero Stunting. Karena pelayanan asman ini sudah diintegrasikan dengan pelayanan posyandu balita dan lansia. ‘’Sehingga kebutuhan pengobatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama,’’ tandasnya.

Taufik berharap, kedepannya semakin banyak kelompok asman. Per wilayah puskesmas minimal 1 desa asman. Kelompok ini sebagai upaya promotif dan preventif agar tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Salah satunya dengan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. ‘’Supaya  bisa menurunkan angka kesakitan,’’ terangnya.

Direktur Obat Tradisional Kementrian Kesehatan Doktor dr Inna Rosalina menjelaskan, Kemenkes sudah memberikan target secara nasional agar masyarakat tidak tergantung pada pengobatan kimia. Sehingga dia mendorong seluruh puskesmas untuk melaksanakan asman,  melalui ramuan toga dan ketrampilan akupresur untuk keluhan penyakit ringan. ‘’Upaya itu digerakkan melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah, membentuk kader dan keluarga binaan, serta seluruh fasilitas kesehatan harus dilengkapi ruang terbuka hijau yang berisi tanaman obat sebagai media edukasi,’’ paparnya.

Sementara Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH.MM mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Bahkan, dia berharap bisa berkelanjutan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena tanah Lamongan cukup subur. Sehingga tidak sulit untuk dibudidayakan tanaman obat. Dia meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan upaya pengobatan secara mandiri, agar masyarakat semakin terampil dan tidak selalu bergantung pengobatan kimia. “Jangan sedikit-sedikit minum obat, karena kita bisa melakukan terapi dan membuat obat yang lebih baik dan aman untuk tubuh,” tuturnya.

(bj/rka/feb/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia