Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Zonasi SMP hingga Delapan Ring

SMPN Terbagi Sebelas Zona

26 Juni 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Berbeda dengan SMA/SMKN, pedoman teknis (domnis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN di Tuban dibuat lebih detail. Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban memetakan setiap sekolah memiliki delapan ring zonasi. Satu ring terdiri dari 7 hingga 13 desa/kelurahan terdekat sekolah. Basis pengukuran tempat tinggal ini menggunakan Google Map atau peta aplikasi online.

Untuk siswa dari desa/kelurahan ring I mendapat poin tertinggi, 9.500 atau 95 persen dari poin sempurna 10.000. Selanjutnya, desa/kelurahan ring II  memiliki poin 9 ribu (90 persen), ring III memiliki poin 8.500 (85 persen) dan seterusnya hingga poin terendah 6 ribu untuk ring terakhir. Penentuan poin bertujuan agar panitia PPDB lebih mudah memetakan zonasi siswa, sehingga meminimalisasi problem siswa yang rumahnya lebih jauh dari sekolah, diterima, namun yang lokasi dekat justru ditolak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, dengan poin yang sudah dibagi, orang tua bisa mengalkulasi berapa poin yang didapat anaknya untuk masuk ke sekolah yang dituju. Bahkan, disdik memberi kesempatan sekolah menerima siswa dari luar wilayah Tuban dengan masuk ring VIII (poin 6 ribu). ‘’Kalau sudah ada peta ring ini, tidak perlu lagi ada perdebatan lokasi. Untuk menghitung jarak, kami berbasis Google Map,’’ jelasnya.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini menjelaskan, pemetaan ring berdasarkan lokasi rumah siswa terdekat. Untuk SMPN 1 Tuban, ring I sekolah ini terdiri dari Kelurahan Sendangharjo, Kutorejo, Sidomulyo, Baturetno, dan Sukolilo. Kemudian, Kebonsari, Kingking, Ronggomulyo, Doromukti, dan Karangsari. Siswa yang rumahnya di desa/kelurahan tersebut memiliki peluang terbesar karena mendapat poin tertinggi (9.500). ‘’Kalau pagu belum terpenuhi, siswa dari ring II bisa mengisi,’’ lanjutnya.

Untuk SMPN 3 Tuban, ring I meliputi Kelurahan Latsari, Ronggomulyo, Perbon, Sidorejo, Kingking, Karangsari, Doromukti, Dusun Jembel (Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu), kawasan Perumahan Bukit Karang dan Perum Karang Indah. Siswa yang tinggal di desa/kelurahan yang sama seperti tercantum pada ring I SMPN 1 Tuban (Kingking, Doromukti, dan lainnya) mempunyai akses lebih leluasa untuk memilih SMPN 1 Tuban atau SMPN 3 Tuban. ‘’Jarak rumah ke sekolah diukur. Peluang masuk ke sekolah terdekat lebih besar,’’ ujar Nur Khamid.

Dia lebih lanjut mengatakan, disdik dan MKKS SMPN sudah memetakan Tuban memiliki sebelas zona sekolah. Zona I meliputi SMPN 1 Tuban, SMPN 5 Tuban, SMPN 6 Tuban, SMPN 1 Palang, dan SMPN 2 Palang. Selanjutnya, zona II (SMPN 2 Tuban, SMPN 3 Tuban, SMPN 4 Tuban, SMPN 7 Tuban) ‘’Siswa yang tidak diterima pada satu sekolah otomatis bergeser ke sekolah lain dalam satu zona,’’ ujar mantan sekretaris Disdik Tuban itu.

Jalur luring saat ini, lanjut Nur Khamid, memang difokuskan untuk pendaftar jalur prestasi dan mutasi kerja orang tua. Saat ini, pendaftar jalur zonasi lebih memilih untuk bertanya domnis detail pembagian per wilayah. Dengan domnis yang lebih detail tersebut, diharapkan orang tua lebih bijak memilih sekolah yang tepat untuk sang buah hati.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia