Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Sengit, Perebutan Kursi Prestasi SMPN 1 Tuban

25 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERI ARAHAN: Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan menjelaskan teknis PPDB kepada pendaftar jalur prestasi kemarin (24/6).

BERI ARAHAN: Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan menjelaskan teknis PPDB kepada pendaftar jalur prestasi kemarin (24/6). (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

HARI pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur luring SMPN kemarin (24/6) dipenuhi pendaftar jalur prestasi. Sejak pagi, mereka yang diperkirakan berjumlah lebih dari 50 orang tersebut memenuhi lobi pendaftaran SMPN 1 Tuban. Mereka bersaing memperebutkan 29 kursi atau 15 persen dari total pagu 192 siswa.

Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan mengatakan, jalur prestasi di sekolahnya sebanyak 29 siswa dibagi menjadi tiga bidang. Rinciannya, kuota terbanyak untuk prestasi akademik yang terdiri dari peraih tertinggi nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) 50 persen atau 15 siswa. ‘’Kuota 15 siswa ini untuk peraih peringkat 1-20 USBN kabupaten. Jika masih ada kuota, bisa diisi peringkat 1 hingga 20 USBN kecamatan dari sekolah dalam wilayah zonasi,’’ ujar. 

Selanjutnya, prestasi berjenjang perorangan tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional sebanyak 30 persen atau 9 siswa. Jalur yang memiliki kuota 9 siswa tersebut hanya untuk peraih piagam kompetisi berjenjang. Seperti OSN, O2SN, FLS2N, FLS, Aksioma, dan kepramukaan. ‘’Prestasi kompetisi yang tidak berjenjang tidak diakui, meskipun levelnya internasional,’’ ungkap Mukmanan menjawab pertanyaan sejumlah orang tua terkait prestasi di luar daftar tersebut.

Kuota prestasi terakhir untuk hafiz Alquran sebanyak 20 persen atau 5 siswa. Mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, jika kuota prestasi tersebut tak terpenuhi pada hari terakhir pendaftaran, maka otomatis diisi siswa dari jalur zonasi. Begitu pula untuk kuota perpindahan orang tua. ‘’Jalur prestasi tak bisa ditambah, tapi jalur zonasi bisa bertambah,’’ ucapnya.

Membeludaknya pendaftar jalur prestasi tersebut tak lepas dari banyaknya orang tua yang berspekulasi untuk mendaftarkan anak didiknya ke sekolah unggulan tersebut. Sebab, meski tak lolos pada jalur prestasi, siswa masih punya kesempatan mendaftar sekolah yang sama melalui jalur zonasi. ‘’Yang belum diterima jalur prestasi masih punya kesempatan untuk mendaftar zonasi pada saat jalur online dibuka,’’ ungkapnya.

Mantan kepala SMPN 1 Singgahan ini mengatakan, jika mengacu pertemuan dengan disdik dan MKKS, jika kuota prestasi pada satu sekolah terpenuhi,  maka akan digeser ke sekolah lain dalam satu zona.

Jika melihat membeludaknya pendaftar jalur prestasi, diperkirakan kuota prestasi SMPN 1 Tuban akan terpenuhi hanya dalam hitungan jam. Namun, pergeseran masih akan terus terjadi hingga hari terakhir pendaftaran.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia