Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Seluruh Keluhan Ditampung dan Diakomodir

Jalur Inventarisasi Diputuskan Rabu

25 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KONSULTASI: Salah satu orang tua menyerahkan berkas anaknya yang tidak diterima di SMAN yang berlokasi dekat rumahnya.

KONSULTASI: Salah satu orang tua menyerahkan berkas anaknya yang tidak diterima di SMAN yang berlokasi dekat rumahnya. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Hari pertama jalur ''inventarisasi'' yang dibuka Cabang Dinas (Cabdin) Provinsi Jawa Timur dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMAN kemarin (24/6) dibanjiri puluhan pengadu. Sebagian besar orang tua menanyakan nasib anak mereka yang tidak diterima pada pilihan pertama dan kedua. Padahal, lokasinya sangat dekat dengan SMAN yang dituju.

Keluhan tersebut sejak pagi ditujukan kepada Ketua MKKS SMAN Suparlin. Ketidakberesan yang banyak diungkapkan orang tua kepada Suparlin adalah siswa lain yang lokasi rumahnya lebih jauh dinyatakan diterima. Sejak awal, MKKS bersama cabdin memang sepakat membuka jalur susulan untuk menginventarisasi siswa-siswi yang dinyatakan tidak diterima pada pilihan pertama dan kedua. Seluruh keluhan tersebut ditampung hingga hari terakhir daftar ulang Selasa hari ini (25/6).

Ketua MKKS Suparlin mengatakan, seluruh keluhan sementara ini masih ditampung oleh MKKS dan cabdin. Keluhan tersebut, kata dia, akan  ditampung dan dipetakan untuk dibagi ke sekolah terdekat. Pemetaan tersebut baru dilakukan Rabu besok (24/6). ‘’Inventarisasi dilakukan setelah hari terakhir daftar ulang pada Selasa (hari ini, Red). Baru nanti kita tahu sekolah mana saja yang masih membutuhkan siswa,’’ ujar dia.

Siswa yang daftar ulang pada jadwal terakhir Selasa hari ini (25/6) secara otomatis akan dieliminasi. Penggantinya, siswa yang masuk jalur gelombang kedua. Karena itu, pendataan siswa inventarisasi tersebut baru bisa dipetakan Rabu besok. ‘’Jika sisa kursi kosong dari siswa yang tidak daftar ulang tidak mencukupi, kami siapkan solusi penambahan rombel (rombongan belajar) untuk SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 4 Tuban,’’ jelas Suparlin.

Mantan kepala SMAN 4 Tuban ini mengaku belum memastikan berapa jumlah siswa yang masuk gelombang kedua. Sebab, keluhan tersebut tidak hanya ditujukan kepada dirinya. Melainkan terbuka untuk seluruh kepala SMAN se-Tuban.

Seluruh keluhan tersebut, lanjut dia, kemudian didata dan diakomodir. Terkait keluhan tersebut, dia mengimbau orang tua calon siswa  untuk tidak fanatik harus ke SMAN 1 atau SMAN 2.

Pendidik jebolan S-2 Curtin University of Technology, Perth, Western Australia ini memastikan seluruh siswa yang masuk gelombang kedua ini akan mendapatkan SMAN. Hanya saja, dia tidak bisa memastikan siswa tersebut disalurkan ke SMAN 1, SMAN 2, atau sekolah lain. Sebab, untuk mengakomodir siswa harus berkoordinasi dengan cabdin dan seluruh pengurus MKKS SMAN. ‘’Tidak perlu khawatir tidak kebagian sekolah. Akan kami bantu akomodir sampai dapat kursi,’’ tegasnya.

Suparlin lebih lanjut mengatakan, akomodir siswa pada gelombang kedua tersebut bertujuan untuk membantu hak mereka mendapat pendidikan. Apalagi, saat ini banyak sekolah swasta yang sudah overload. Sehingga, sangat disayangkan apabila siswa tersebut tak terakomodir sesuai kemampuan mereka. ‘’Seluruh aduan mohon langsung dilaporkan kepada kepala sekolah atau saya (selaku ketua MKKS) agar siswa bisa segera kami akomodir,’’ imbau pendidik senior bahasa Inggris itu.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia