Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Pengakses Arsip Minim

25 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

GUNAKAN KATALOG: Petugas merapikan arsip di ruang penyimpanan.

GUNAKAN KATALOG: Petugas merapikan arsip di ruang penyimpanan. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Pengakses arsip untuk rujukan di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan sangat minim. Hingga hampir paro tahun ini, hanya ada empat pengakses arsip dari kalangan mahasiswa untuk kepentingan tugas penelitiannya.

Kasi Dokumentasi dan Penyebaran Informasi Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan, Nor Hikmah, mengatakan, dinasnya menyimpan 304 boks atau setara 4.297 lembar arsip. Ada masa berlaku setiap arsip yang bersifat statis dan dinamis itu.

Kasi Akuisisi dan Pengolahan Arsip, Widodo Hari Pramono, menjelaskan, rata – rata arsip memiliki masa retensi dua hingga lima tahun.

‘’Kecuali arsip tentang keuangan, minimal sepuluh tahun. Jika masa retensinya habis, maka arsip harus dimusnahkan hingga secara fisik tidak bisa dikenali,’’ tuturnya.

Sementara itu, layanan Wisata Arsip Lamongan (Wisipla) lebih banyak peminat. Hingga kemarin terdata 192 pengunjung.

‘’Untuk wisipla yang berkunjung ke situs-situs hanya bisa dilakukan sebulan sekali. Karena tidak ada biaya operasionalnya. Dan ketika masuk ke situs kan harus bayar juga. Itu sebabnya kita batasi,’’ kata Nor Hikmah.

Ada tiga jenis arsip yang biasanya diakses pengunjung. Yakni dokumen bertema sosial budaya, dokumen pembangunan dan program kerja pemerintah, serta dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

‘’Instansi pemerintahan biasanya membutuhkan arsip untuk perencanaan pembangunan dan merancang program pemerintahan,’’ tambahnya. 

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia