Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Giliran Guru Terimbas Zonasi

24 Juni 2019, 14: 13: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

MESKI masih dalam tahap penyempurnaan dan belum disahkan, sebagian isi Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2019 sudah beredar di kalangan pendidik. Salah satu poin dalam peraturan yang dibuat Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut adalah mengatur sistem zonasi untuk guru.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid membenarkan bahwa seluruh guru akan disebar sesuai tempat tinggal dan kemampuannya. Peraturan yang bertujuan untuk pemerataan guru dan kualitas pendidikan tersebut pernah dibahas Mendikbud Muhadjir Effendy bersama seluruh kepala disdik dan cabdin seluruh Indonesia pada Oktober lalu. ‘’Prioritas utama pendidikan saat ini memang pemerataan kualitas. Dimulai dari guru, sekolah, dan siswa,’’ ujar dia.

Di Tuban, kata Nur Khamid, dia merencanakan memutasi guru secara besar-besaran mulai awal tahun depan, 2020. Mutasi guru tersebut berlaku untuk seluruh pendidik. Baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun guru tidak tetap (GTT). ‘’Mendikbud sudah membahas pemerataan guru. Di Tuban, mutasi sudah kami rencanakan mulai 2020 sambil menunggu payung hukum yang pasti untuk disosialisasikan,’’ kata dia.

Pendidik yang juga pelatih gulat ini mengatakan, mutasi bukan hal yang baru di kalangan ASN. Namun, mulai tahun pelajaran ini, mutasi akan diatur lebih rapi melalui perundang-undangan. Zonasi guru direncanakan akan menimbang jarak lokasi rumah pendidik ke sekolah. Guru diatur agar tidak mengajar di sekolah yang lokasinya lebih dari 20 kilometer (km) dari rumahnya. ‘’Mutasi guru bisa antarkecamatan, menimbang kebutuhan sekolah dan jarak,’’ tuturnya.

Nur Khamid mengatakan, mutasi guru kelas selama ini rutin dilakukan disdik. Yang masih menjadi kendala adalah mutasi guru mata pelajaran. Sebab, harus mendata kebutuhan masing-masing sekolah. Mulai tahun depan, guru hanya boleh mengajar sesuai dengan ijazah dan keahlian. Bocoran perundangan tersebut, berlaku juga untuk GTT. ‘’Tujuannya untuk pemerataan pendidikan, jadi GTT pun harus siap dimutasi sesuai kebutuhan sekolah,’’ ungkapnya.

Pendidik senior ini menjelaskan, tujuan utama zonasi adalah pemerataan pendidikan. Jadi pendidikan berkualitas tak lagi terpusat di sekolah kota saja. Harapannya, muncul sekolah unggulan baru di setiap kecamatan. Salah satu caranya adalah dengan memeratakan guru dan fasilitas pendidikan. ‘’Untuk siswa kan sudah dimulai PPDB tahun ini, berikutnya guru juga harus siap menaati sistem zonasi,’’ tegas Nur Khamid.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia