Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Disdik Siap Mengubah Juknis SD-SMP

Hore, Permendikbud PPDB Zonasi Direvisi

24 Juni 2019, 14: 13: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Setelah menuai banyak polemik dan penolakan di sejumlah daerah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akhirnya direvisi. Revisi peraturan yang dibuat saat deadline terakhir PPDB SD dan SMP tersebut disebarluaskan melalui Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 3 Tahun 2019 tentang PPDB.

Dalam SE tertulis perubahan ketentuan PPDB tertuang dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2019. Karena masih tahap penyempurnaan dan pengesahan, permendikbud anyar tersebut baru menyosialisasikan tentang penambahan kuota prestasi yang awalnya hanya 5 persen diubah menjadi maksimal 15 persen. Surat tersebut diturunkan mengingat sejumlah daerah mendesak peraturan yang lama untuk direvisi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, dengan turunnya surat edaran tersebut, penambahan kuota prestasi sudah memiliki payung hukum yang kuat. Dengan cantolan hukum itu pula disdik siap merevisi juknis yang lama. Belum direalisasikannya PPDB SD dan SMP di Bumi Wali membuat disdik masih leluasa merevisi peraturan tersebut. ‘’Kami pastikan PPDB SD-SMP di Tuban ikut permendikbud baru, kuota prestasi 15 persen dari pagu,’’ tegasnya.

Mengacu permendikbud yang baru tersebut, mantan sekretaris disdik setempat ini meminta orang tua siswa berprestasi dari pelosok desa tak perlu khawatir untuk melanjutkan sekolah ke kota. Sebab, kuota prestasi 15 persen cukup menampung seluruh siswa berprestasi di sejumlah sekolah unggulan Tuban. ‘’Pendaftar jalur prestasi tak melihat zona. Rumah di mana pun asal prestasinya cukup, bisa mendaftar lintas zona,’’ terang dia.

Di bagian lain, mantan kepala SMAN 1 Soko ini mengaku bersyukur karena keputusannya membuka jadwal PPDB SD dan SMP pada detik-detik terakhir sangat tepat. Jika PPDB sudah berjalan seperti kota lain, itu berarti permendikbud baru tentang penambahan 15 persen jalur prestasi tersebut baru bisa diterapkan tahun depan. ‘’Kuota prestasi tetap dibagi peraih nilai USBN tertinggi, hafiz Alquran, dan juara akademik-nonakademik. Jadi peluangnya lebih besar,’’ ungkapnya.

Perubahan mendadak tersebut juga membuat disdik dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMPN sedikit mengubah jadwal. PPDB jalur luring yang awalnya dibuka tiga hari, ditambah menjadi empat hari. Tercatat mulai Senin hari ini (24/6) hingga Kamis (27/6). Harapannya, sekolah bisa menyerap maksimal siswa-siswi berprestasi sekaligus memulai sosialisasi peraturan baru tersebut. ‘’Pendaftaran offline kami buka empat hari agar maksimal menyerap siswa berprestasi,’’ ujar dia.

Pendidik senior ini menjelaskan, untuk pendaftar jalur luring yang dibuka  24 – 27 Juni akan diumumkan pada 28 Juni dan daftar ulang pada hari berikutnya, 29 Juni. Kemudian dilanjutkan dengan jalur daring pada 1 – 4 Juli dan diumumkan 7 Juli. Hari pertama kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai 15 Juli. ‘’Juknis baru akan saya tanda tangani dan sebarluaskan ke sekolah besok (hari ini, Red),’’ tegas Nur Khamid yang meminta orang tua siswa aktif bertanya seputar PPDB ke masing-masing sekolah tujuan.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia