Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
7 Orang dalam 1 Keluarga dari Mantup Tewas

Pemakaman Menggunakan Alat Berat

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

24 Juni 2019, 14: 13: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RINGSEK: Kondisi mobil Avanza yang ditumpangi korban hancur bertabrakan dengan bus Rosalia Indah.

RINGSEK: Kondisi mobil Avanza yang ditumpangi korban hancur bertabrakan dengan bus Rosalia Indah. (UNGARAN NEWS FOR RADAR LAMONGAN)

Share this      

Sebanyak enam orang dalam satu keluarga meninggal dalam peristiwa kecelakaan hebat di Desa Klero Kecamatan Tangaran Semarang dini hari kemarin (23/6). Satu keluarga yang tewas itu berasal dari Dusun Babat, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan.

Kabar meninggalnya enam warga di desa itu sudah merebak ke warga desa lainnya. Ketika wartawan Koran ini masih di ujung desa dan menanyakan rumah korban, semua warga yang ditemui langsung menunjukkannya. Sesampai di rumah korban, terlihat banyak orang yang datang dan pergi dari rumah korban. Baik yang berjalan kaki maupun naik sepeda motor.

Rumah permanen berlantai keramik wana hijau tersebut dipenuhi warga. Rumah itu milik pasangan suami istri (pasutri) Masyhuda Zainudin, 64, dan Sutarsih, 61, dua dari korban tewas. Korban tewas lainnya yakni pasutri, M  Affandi 61 dan Umi Hanik 57. Selanjutnya Diyah Sriwulandari,24, juga tewas. Dia merupakan keponakan dari M Imam Sholahuddin, 44, sopir Avanza yang juga meninggal dalam kecelakaan tersebut. Imam meski beralamat di Kelurahan Kalibata Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan merupakan anak dari pasutri Masyhuda Zainudin dan Sutarsih.

Kemudian Muslikah, 64, yang merupakan saudara kandung dari Sutarsih dan Umi Hanik sempat dibawa ke rumah sakit, namun kemudian meninggal di rumah sakit. Sedangkan yang masih hidup dan dirawat di rumah sakit yakni M. Nurudinillah,17, keponakan dari Imam. ‘’Mereka semua satu keluarga, dalam satu desa, hanya rumahnya berbeda,’’ kata Kepala Desa Sumberdadi, Sugiono.

Mereka tinggal di tiga rumah yang saling berdekatan. Isak tangis kerabat korban terdengar dari tiga rumah itu. Mereka sedang menunggu kedatangan jenasah para korban dari Semarang. ‘’Sebagian keluarga ada yang sudah menjemput jenazah di Semarang untuk dibawa pulang dan dimakamkan,’’ kata Sugiono.

Menurut dia, proses pemakaman telah dipersiapkan kerabat maupun para warga lainnya. Termasuk mempersiapkan alat berat untuk menggali liang kubur maupun menutupnya. Sebab rencananya peti jenasahnya akan dimasukkan dalam satu lubang besar kemudian ditutup dengan tanah menggunakan alat berat. ‘’Lebih jelasnya nanti keluarganya yang tahu,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, mereka berangkat Sabtu malam (22/6) dengan naik mobil Avanza yang dinaiki delapan orang yang disopiri Imam. Sebelum berangkat, salah satu anak korban sempat mencarikan sopir cadangan agar Imam tidak terlalu capek. ‘’Namun Imam menolak dicarikan sopir cadangan,’’ ujarnya.

Menurut Sugiono, nasib memilukan dialami Imam Sholahudin. Rumahnya kosong. Karena anak pertamanya menjadi anggota TNI di Papua dan satunya mondok di ponpes Kediri. ‘’Sekarang keduanya dalam perjalanan pulang,’’ ujarnya.

Kemudian korban Affandi, satu anaknya mengurus ke Semarang dan satu anaknya perempun di rumah menangis terus menerus.

Sholiqin, 49, salah satu putra Muslikah sempat sedikit memberi keterangan. Orang tuanya diajak silaturahmi ke rumah saudaranya di tiga lokasi sekaligus. Yaitu Tegal, Cilacap dan Jakarta. Salah satunya mengunjungi saudara M Imam Sholahuddin di Jakarta yang mempunyai hajatan tujuh bulanan kandungan istrinya.

‘’Berangkatnya setelah salat isya’ kemarin malam (Sabtu malam, Red),’’ ungkapnya.

Menurut dia, tak ada pesan sama sekali dari para korban sebelum berangkat. ‘’Kepergian itu sudah direncanakan sebelum lebaran lalu,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, mobil Toyota Avanza bernopol B 157 NIK dengan delapan penumpang mengalami tabrakan dengan Bus Mercedes Benz Rosalia Indah nopol AD 1451 DF. Kecelakaan tersebut berlangsung pukul 02.50 WIB kemarin (23/6) di Desa Klero Kecamatan Tengaran Semarang. Kecelakaan itu diduga karena sopir Avanza mengantuk dan menabrak bus dari arah berlawanan. Enam orang meninggal dunia di tempat kejadian, satu orang meninggal di rumah sakit, dan satu orang luka-luka di rawat di rumah sakit.

(bj/*/feb/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia