Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Proyek Gedung-Gedung Baru Senilai Rp 9,5 M Siap Dikerjakan

24 Juni 2019, 14: 13: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIGEMPUR: Gedung bekas kantor BPS dirobohkan untuk dibangun gedung Dinas Koperasi dan UMKM.

DIGEMPUR: Gedung bekas kantor BPS dirobohkan untuk dibangun gedung Dinas Koperasi dan UMKM. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Pemkab Lamongan akan menambah sedikitnya empat gedung baru. Proyek pembangunan gedung baru tersebut senilai sekitar Rp 9,5 Miliar dan segera direalisasikan.

Proyek pembangunan gedung baru itu yakni Pembangunan gedung Dinas Koperasi dan UMKM senilai Rp 4 Miliar.  Kemudian gedung  PDAM Rp 2 Miliar, gedung Pelayanan Publik Rp 2 Miliar. Serta penambahan satu lantai Gedung Dinas Kearsipan Daerah dan pengurukan lapangan Sidoharjo.

"Beberapa sudah masuk lelang, termasuk gedung koperasi yang rencananya (gedung lama) dibongkar bulan depan," kata Kabid Bangunan Gedung dan Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan,  Yayuk Sri Rahayu kemarin (23/6).

Dia mengungkapkan, lokasi pembangunan gedung koperasi tidak sama dengan gedung lama. Namun akan dibangun gedung baru di bekas kantor Badan Pusar Statistik (BPS) lama. ‘’Sehingga gedung BPS lama akan dibongkar,’’ ujarnya.

Terkait proses lelangnya, lanjut dia, sudah selesai. Jika tidak ada halangan, bulan depan pembongkaran gedung BPS lama akan dilakukan. ‘’Setelah itu, pembangunan gedung baru segera dilakukan,’’ tukasnya.

Yayuk melanjutkan, untuk pembangunan gedung pelayanan public, masih menunggu pengosongan gedung lama di Jalan Lamongrejo. Sesuai perjanjian, seharusnya Mei lalu sudah kosong. Ternyata masih ada kegiatan hingga kemarin (23/6). Namun kontrak pemakaian habis pada 26 Juni 2019. ‘’Sehingga masih seminggu lagi untuk bisa mengosongkan gedung lama,’’ ungkapnya.

Kemudian pembangunan gedung PDAM dan pengurukan lapangan Sidoharjo, menurut dia, masih dalam proses. Begitu pula dengan pembangunan satu lantai gedung arsip. ‘’Tidak ada yang mundur. Karena memang rata rata kegiatan pembangunan ditarget semester dua,’’ tukasnya.

Dia menjelaskan, pembangunan gedung-gedung baru tersebut akan dievaluasi akhir tahun nanti. Namun proses awal pembangunannya tidak bersamaan. ‘’Selain proses lelang, juga karena proses pengosongan lahan untuk pembangunan gedung tidak bisa sama,’’ ujarnya.

Menurut dia, tidak ada prioritas penyelesaiannya, semua akan dikerjakan sesuai kontrak. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapatkan jatah perbaikan dan renovasi gedung butuh segera diselesaikan pembangunan gedungnya. ‘’Salah satu alasannya, karena belum memiliki gedung. Atau gedung lama perlu diperbaiki,’’ terangnya.

Dia menambahkan, tahun ini gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan ditukar guling dengan gedung Satpol PP. Namun Yayuk belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Sebab gedung tersebut terjadi perubahan desain. ‘’Sehingga harus direncanakan dari awal agar representative,’’ tukasnya.

(bj/rka/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia