Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Diklt Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V

Wabup: Pejabat Harus Terus Berinovasi

24 Juni 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KOMPAK: Dari kiri, Kasubid Diklt Jabatan Adminiatratif Anhas Pujiono BT, Kabid Mutasi Titik Setyowati, Sekretaris BKD Sayiful Huda, Kepala BKD M. Nurhasan, Kabid Pengembangan dan Kesejahteraan Sukartiwi, dan Kabid Diklat Pegawai Sucipto pose bersam usai u

KOMPAK: Dari kiri, Kasubid Diklt Jabatan Adminiatratif Anhas Pujiono BT, Kabid Mutasi Titik Setyowati, Sekretaris BKD Sayiful Huda, Kepala BKD M. Nurhasan, Kabid Pengembangan dan Kesejahteraan Sukartiwi, dan Kabid Diklat Pegawai Sucipto pose bersam usai u (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur sukses menggelar Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2019.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan di Bukit Wilis Hotel, Kecamatan Jenu itu resmi ditutup Jumat (21/6). Mewakili bupati Fathul Huda, upacara penutupan dipimpin wakil bupati Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM Provinsi Jawa Timur Drs. Didik Dwiyanto, MM.

Kepala BKD Tuban Dr. M. Nurhasan, M.Si menyampaikan, diklat kepemimpinan untuk pejabat eselon IV yang dilaksanakan mulai 19 Februari itu diikuti 30 peserta pejabat struktural dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tuban. Dari hasil penilaian Widyaiswara bersama panitia dan tim monitoring BPSDM Provinsi Jawa Timur, seluruh peserta dinyatakan lulus.

SEMOGA SUKSES: Wabup Noor Nahar Hussein melepas tanda peserta dan menyerahkan piagam kepada peserta lulusan terbaik Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Tahun 2019.

SEMOGA SUKSES: Wabup Noor Nahar Hussein melepas tanda peserta dan menyerahkan piagam kepada peserta lulusan terbaik Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Tahun 2019. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

‘’Lima peserta dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sedangkan 25 peserta lainnya lulus dengan predikat memuaskan,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dalam sambutannya, wabup menegaskan, output diklat kepemimpinan tidak hanya berhenti pada formalitas kelulusan. Namun, yang paling penting dari hasil diklat ini adalah progres ke depan. Apa yang sudah didapat selama mengikuti diklat harus mampu membawa dampak positif terhadap peningkatan kinerja di masing-masing OPD.

‘’Jangan sampai (tujuan, Red) diklat ini hanya sekadar untuk meningkatkan jabatan. Semua peserta yang mengikuti diklat harus mampu meningkatkan kinerja di unit kerja masing-masing,’’ tegas wabup.

Wabup berharap, setiap peserta yang sudah mengikuti diklat harus mampu menjawab tantangan dan tuntutan zaman. Utamanya dalam hal pelayanan publik. Termasuk dalam meraih predikat A Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). ‘’Salah satu output-nya (hasil diklat, Red) harus mampu mendorong Pemkab Tuban untuk meraih SAKIP dengan predikat A. Jika tidak (mampu, Red), maka harus dievaluasi (hasil diklatnya, Red),’’ terang pejabat jebolan Institut Pertanian Bogor (ITB) itu.

Wabup juga berpesan, sebagai seorang pejabat tidak boleh lelah untuk terus menambah pengetahuan. ‘’Diklat kepemimpinan ini harus mampu menumbuhkan budaya literasi. Seorang pejabat harus gemar membaca. Belajar dan terus belajar, sehingga bisa menghasilkan inovasi-invosi baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’ tuturnya.

Senada disampaikan Kabid Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM Provinsi Jawa Timur Didik Dwiyanto. Ditegaskan dia, hasil diklat berupa proyek perubahan yang telah ditulis masing-masing peserta tidak hanya menjadi kliping dokumen yang disimpan di rak buku. Tapi, harus membawa dampak positif dan nilai tambah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di unit kerja masing-masing. ‘’Proyek perubahan yang telah dihasilkan harus direalisasikan, sehingga ada nilai tambah dalam kinerja,’’ tegasnya.

Masih dikatakan Didik, salah satu tujuan dari diklat kepemimpinan ini adalah melahirkan calon-calon pemimpin yang transformatif dan inovatif. ‘’Setiap peserta yang dinyatakan lulus (diklat, Red) harus mampu manangkap setiap peluang yang ada, dan selalu berpikir kreatif. Sehingga, pasca diklat ini semakin banyak inovasi pelayanan publik yang muncul,’’ ujarnya.(tok/ds)

(bj/tok/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia