Rabu, 13 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Terjadi Merata di SMK, dan 10 SMA

Seribu Lebih Pagu Masih Kosong

22 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Masa pendaftaran siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK berakhir tadi malam pukul 23.00. Rencananya, hasil PPDB akan diumumkan hari ini (22/6) mulai pukul 09.00.

Namun, hingga berita ini ditulis kemarin (21/6) sore, belum semua SMA/SMK berhasil memenuhi pagu. Hingga pukul 16.00, sebanyak 1.582 pagu belum terisi. Jumlah itu tersebar 5.821 pagu di 10 SMA. Dan 4.405 pagu hampir merata di SMK.

Bahkan, kekurangan pagu di jenjang SMK hampir merata di setiap sekolah. Sedangkan, kekurangan di SMK ada di jurusan yang ada di masing-masing sekolah. “Pengumuman awalnya Jumat. Tapi diundur. Jadi, Sabtu besok (hari ini, Red) diumumkan,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Adi Prayitno kemarin (21/6).

Adi menjelaskan, pendaftaran PPDB online berakhir pukul 23.00 tadi malam. Sebelum jam itu siswa masih bisa melakukan pendaftaran secara online. “Kami harap, sekolah-sekolah banyak yang memenuhi pagunya saat pendaftaran resmi ditutup,” jelasnya.

Mengenai sekolah yang belum berhasil memenuhi pagu siswa, Adi masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim. Apakah diberikan kesempatan menerima siswa lagi, atau sudah cukup jumlah itu.

“Itu nanti akan kita konsultasikan. Kita tunggu hasilnya bagaimana,” ungkap pria asal Nganjuk itu.

Jumlah kebutuhan pagu di SMA/SMK totalnya mencapai 11.808 siswa. Jumlah itu dibagi SMA 4.968 siswa dan SMK 6.840 siswa. Tahun ini PPDB online memiliki kuota 70 persen. Sedangkan 30 persen kuota lainnya diberikan pada PPDB offline. PPDB offline dilaksanakan lebih dulu dibanding PPDB online.

Adi menuturkan, pada PPDB online dibagi menjadi dua. Yakni 20 persen untuk jalur nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun, tetap mengacu zonasi. Sedangkan, yang 50 persen mengacu zonasi.

Zonasi ini, yakni dalam penerimaan siswanya menggunakan jarak antara rumah dan sekolah. Semakin dekat jarak rumah dengan sekolah, kesempatan diterima di sekolah semakin besar.

(bj/rij/zim/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia