Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Susun Rencana Dakwaan Tebalnya 300 Halaman

JPU Tetap Tahan Inspektur

21 Juni 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENANTI SIDANG: Syamsul Hadi berjalan keluar dari ruang pemeriksaan kemarin. JPU memastikan menahannya lagi.

MENANTI SIDANG: Syamsul Hadi berjalan keluar dari ruang pemeriksaan kemarin. JPU memastikan menahannya lagi. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Inspektur Bojonegoro (nonaktif) Syamsul Huda, kemarin (20/6) menjalani pemeriksaan tahap dua. Tim jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) setempat pun memastikan tetap melakukan penahanan tersangka dugaan korupsi anggaran auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2015-2017 itu.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti ini, setelah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dinyatakan lengkap (P-21). Sehingga, tim JPU kini menyiapkan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dilanjut proses persidangan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, tersangka mengenakan kemeja putih didampingi penasihat hukumnya. Sekitar pukul 10.00, Syamsul dikawal petugas kejari dibawa dari tahanan lembaga pemasyarakatan (lapas) menuju kantor kejaksaan di Jalan Rajekwesi.

Proses tahap dua tak begitu lama. Hanya sekitar 45 menit. Lalu, tersangka diantarkan kembali ke Lapas Bojonegoro. Saat keluar dari ruangan kepala seksi (kasi) pidana khusus (pidsus), Syamsul Hadi yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu tak banyak berkomentar atas pemeriksaan tahap dua tersebut.

“Ya saya mengikuti saja proses hukumnya,” singkatnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Kasi Pidsus Kejari Achmad Fauzan mengatakan, JPU yang ditunjuk menyidangkan kasus korupsi tersebut mulai membuat rencana dakwaan (rendak). Berkas rendak sangat detail, perkiraan tebalnya sampai 300 halaman.

Dia menargetkan berkas tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya kurang dari dua minggu. “Insyaallah dijadwalkan kurang dari dua minggu sudah dilimpahkan ke pengadilan, karena status masa penahanan tersangka 20 hari terhitung mulai hari ini (kemarin, Red),” tegasnya.

Kejari menetapkan tersangka tunggal dalam perkara ini. Temuan dugaan kerugian negara ini sekitar Rp 1,7 miliar. Namun, perkara menyeret pucuk pimpinan Inspektorat Bojonegoro itu, sejumlah staf yang menerima uang itu sudah mengembalikan semua. Sedangkan, dugaan aliran dana tak benar oleh tersangka senilai Rp 500 juta.

“Namun, tersangka sudah mengembalikan kerugian negara itu dalam bentuk aset tanah bangunan di Lumajang,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia