Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Petani Butuh Solusi Pengelolaan Air

21 Juni 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TANDUS: Seorang petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, meratapi sawahnya kering karena kekurangan air. Kekurangan air dirasakan petani kawasan hilir Waduk Pacal.

TANDUS: Seorang petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, meratapi sawahnya kering karena kekurangan air. Kekurangan air dirasakan petani kawasan hilir Waduk Pacal. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TEMUAN ratusan pompa yang menyedot air dari saluran Waduk Pacal, bukan sepenuhnya salah para petani di kawasan hulu. Sebab, para petani juga butuh air untuk areal pertanian.

Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bojonegoro Ali Rohman mengatakan, jangan salahkan petani yang menggunakan pompa air untuk mengairi sawahnya. Sebab, jika mereka tidak melakukan hal itu, tanamannya akan kekeringan dan gagal panen.

Langkah itu diambil karena sebelumnya tak ada pemberitahuan jika hal itu sebuah larangan. Sebenarnya petani juga tak berkenan untuk memompa, tapi hal itu terpaksa ditempuh, karena jika dibiarkan mengalir ke irigasi, tanpa dipompa, air tidak bisa mengalir ke petani.

“Petani memompa itu alternatif terakhir agar tak terjadi kekeringan,” katanya.

Dia menambahkan, memompa air dari irigasi ke sawah, dalam jangka panjang akan mengurangi keharmonisan antarpetani. Sudah saatnya ke depan duduk bersama antarkelompok tani dan pihak yang berwenang mengelola air.

Tentu, untuk berembuk membuat kesepakatan jadwal mengairi sawah. Sebab, kondisi berebut air itu terjadi setiap tahun, terutama menjelang musim kemarau. “Duduk bareng, cari solusi,” sarannya.

Jadwal tanam, kata dia, di instansi terkait juga harus memberitahukan kepada petani. Sebab adanya kekeringan ini karena penanaman padi tak sesuai dengan kalender penanaman. Seharusnya Juni sudah panen musim tanam kedua, namun saat ini mayoritas belum panen.

“Dinas pertanian, BBWS SW, DPU SDA, dan petani sudah saatnya duduk bareng mencari solusi jangka panjang,” ungkap dia.

(bj/msu/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia