Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
MKKS Buka Konsultasi Siswa

Pendaftar SMAN Kota Overload

20 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Memasuki hari ketiga penerimaan peserta didik baru (PPDB) kemarin (19/6) seluruh SMA negeri di kawasan kota Tuban overload.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Tuban mencatat pagu SMAN 1 hingga SMAN 5 Tuban sudah terpenuhi. Bahkan kelima sekolah tersebut sudah menggeser sebagian pendaftar ke sekolah lain dalam satu zona.

Kepala SMAN 1 Tuban Mukti mengatakan sekolahnya memiliki pagu sebanyak 360 siswa. Sementara 77 kursi sudah terisi siswa yang mendaftar luring. Sehingga pagu untuk daring hanya tersisa 283 siswa. Sisa pagu tersebut diperebutkan 520 pendaftar online pilihan pertama. Itu berarti SMAN 1 Tuban hingga kemarin sudah menggeser 237 siswa ke sekolah lain dalam satu zona. ‘’Pendaftar masih terus bertambah,’’ jelas pendidik senior ini.

Sementara itu, SMAN 2 Tuban hingga kemarin juga terus kebanjiran siswa. Kepala SMAN 2 Tuban Suparlin mengatakan, pagu 288 kursi sudah terisi. Terdiri dari 42 siswa dari jalur luring. Sisa 246 pagu jalur daring tersebut diperebutkan 416 siswa. Dengan demikian sekolah di Jalan Wahidin Sudiro Husodo ini sudah menggeser 170 siswa. ‘’Jika dijumlah pendaftar pilihan pertama dan kedua, SMAN 2 Tuban sudah menggeser 726 siswa,’’ ujarnya.

Pendidik yang juga ketua MKKS SMAN Tuban ini lebih lanjut mengatakan pagu SMAN di kawasan Tuban sudah terpenuhi. Namun karena pendaftaran daring masih dibuka hingga hari ini (20/6), peluang pergeseran siswa masih bisa terjadi. Suparlin menuturkan, belum semua siswa tergeser karena masih masuk daftar cadangan. ‘’MKKS siap memfasilitasi konsultasi dan mengakomodir siswa untuk dapat sekolah,’’ kata mantan kepala SMAN 4 Tuban itu.

Pendidik jebolan S-2 Curtin University of Technology Perth, Western Australia ini mengimbau siswa untuk aktif mencari tahu posisi peringkat terbaru. Jika diterima di sekolah yang letaknya jauh dari rumah, siswa bisa berkonsultasi ke pengurus MKKS. Nantinya siswa akan dibantu untuk mendapatkan sekolah negeri terbaik yang aksesnya paling dekat berdasarkan peta. ‘’Tidak perlu khawatir tidak dapat sekolah. Atau mau konsultasi dengan saya langsung, saya siap 24 jam,’’ tegasnya.

Terpisah, kepala SMAN 3 Tuban Djoko Srijatno mengatakan dari pagu 252 kursi, sudah terisi 50 siswa dari jalur luring. Sisa pagu 202 kursi hingga kemarin diperebutkan 218 siswa yang memilih SMAN 3 Tuban sebagai pilihan pertama. Itu berarti sebanyak 16 siswa sudah tergeser dari sekolah ini. Jumlah tersebut belum termasuk pendaftar SMAN 3 Tuban di pilihan kedua sebanyak 359 siswa.

‘’Pagu sudah terpenuhi, bahkan sebagian sudah tergeser ke sekolah lain,’’ ungkap sekretaris MKKS SMAN Tuban ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Tuban Sulistyono menjelaskan, pagu sekolahnya sebanyak 180 siswa. Terdiri dari pendaftar offline 17 siswa. Sulistyono mengatakan sisa 163 pagu untuk online seluruhnya sudah terisi. Sulis, sapaan akrabnya mengaku belum tahu persis jumlah siswa yang sudah tergeser dari sekolahnya.

‘’Pagu sudah terpenuhi. Pendaftar offline pemilih kedua sekitar 200 siswa,’’ ungkap dia yang memperkirakan sudah menggeser sekitar 30 siswa tersebut.

Sementara itu, koordinator Humas SMAN 5 Tuban Wulandari menjelaskan sekolahnya memiliki 180 pagu. Dari jumlah tersebut, sudah terisi 10 siswa dari jalur luring. Sisa 170 kursi tersebut hingga hari ketiga pendaftaran daring kemarin sudah terisi 122 siswa.

Memang secara kursi, SMAN 5 Tuban masih kekurangan 48 siswa. Namun jumlah tersebut sudah terisi siswa yang tergeser dari sekolah lain. ‘’Untuk kepastian kekosongan kursi masih menunggu update terakhir sistem,’’ ungkapnya.

(bj/yud/wid/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia