Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Pendaftar SMKN Bersaing Nilai UNBK

PPDB Ditangguhkan, Data Pendaftar Aman

20 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KARENA ZONASI: Website PPDB Jatim terlihat ada pesan ditangguhkan. Dindik Jatim memberhentikan PPDB sementara hingga ada kebijakan menyusul.

KARENA ZONASI: Website PPDB Jatim terlihat ada pesan ditangguhkan. Dindik Jatim memberhentikan PPDB sementara hingga ada kebijakan menyusul. (MUHAMMAD SUAEB/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK mendadak diberhentikan sementara kemarin (19/6). Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur telah memberhentikan PPDB se provinsi.

Kebijakan mendadak ini karena sistem zonasi dianggap merugikan siswa berprestasi atau memiliki nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tinggi. Meski begitu, penangguhan sementara ini tak memengaruhi siswa yang telah mendaftar.

PPDB akan dilanjutkan kembali setelah adanya petunjuk dari pusat. ‘’Sementara proses PPDB ditutup hingga ada pemberitahuan atau petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin petang.

Menurut dia, pemberhentian ini disebabkan adanya wali murid yang merasa dirugikan karena sistem zonasi. Adapun, mereka juga melakukan aksi unjuk rasa ke Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Sehingga PPDB akan dilanjutkan kembali setelah mendapat petunjuk atas hasil konsultasi Gubernur beserta Dinas Pendidikan Jatim dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud). Termasuk juga menunggu keputusan dari Kemendikbud.

‘’Meski begitu, hal ini tidak akan berdampak pada calon murid yang sudah mendaftar. Datanya tetap tersimpan,” tegasnya.

Berdasarkan data Cabdindik Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, masih terdapat beberapa SMA/SMK yang kekurangan pendaftar. Yakni antara jumlah pendaftar masih belum melampaui pagu masing-masing sekolah.

Menurut rekapitulasi pukul 12.00 kemarin, dari 20 SMA masih terdapat 11 lembaga pendidikan kekurangan pendaftar. Sementara SMK, dari 19 SMK ada 14 lembaga kekurangan pendaftar. Baik itu pagu keseluruhan ataupun pagu per jurusan

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Sumberrejo Hadi membenarkan adanya pemberhentian sementara ini. Bahkan pemberhentian sementara ini terlihat dari website ppdbjatim.net. Sebab, data perihal pemeringakatan pendaftar tidak dapat diakses atau sedang ditangguhkan.

‘’Tapi tepatnya pemberhentian dan tidak dapat diaksesnya website saya tidak tahu,” kata dia.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, website ppdbjatim.net masih bisa diakses pagi hingga siang sekitar pukul 13.00. Namun, selang waktu kemudian, website tidak dapat menampilkan data hasil pemeringkatan pendaftar. Namun, data statistik pendaftar masih bisa.

Sementara itu, persaingan PPDB online justru terasa bagi pendaftar SMK. Karena bebas zona, para calon siswa justru bersaing nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sekretaris Panitia PPDB SMKN 4 Bojonegoro Agung Prijono mengatakan, jumlah pendaftar PPDB online di lembaganya telah melebihi pagu di setiap jurusan. Jumlah keseluruhan pagu PPDB sebanyak 468 siswa. Telah terisi 79 siswa melalui PPDB offline. Sehingga, jalur PPDB online kuotanya 389 siswa.

“Pagu sudah terpenuhi sejak Selasa (18/6). Sehingga tinggal proses pemeringkatan saja,” katanya kemarin (19/6).

Menurut dia, karena bebas zona, semua calon siswa dapat mendaftar di SMK. Sistem pemeringkatannya berdasarkan nilai UNBK. Otomatis terjadi persaingan atau degradasi posisi antarpendaftar.

Terpisah, Ketua Panitia PDDB SMKN 2 Bojonegoro Totok Sujatmiko menambahkan, sejak kemarin, jumlah pendaftar di lembaganya melampaui pagu PPDB online. Yakni 534. Adapun jumlah keseluruhan pagu PPDB sebanyak 648 siswa. Telah terisi 114 siswa melalui PPDB offline.

“Pendaftar akhir-akhir ini sudah tergolong menurun dibanding hari pertama. Meski begitu, pendaftar masih bertambah secara online. Sebab tak perlu datang ke sekolah,” imbuh dia.

Menurut dia, calon siswa mendaftar pada hari ketiga dan keempat diperkirakan tak memiliki nilai UNBK yang tinggi atau tergolong menengah. Sebab, sebelum mendaftar mereka masih memantau perkembangan nilai di lembaga.

“Karena pendaftar hanya bisa mendaftar di salah satu sekolah antara SMA atau SMK saja. Jadi memang perlu pertimbangan matang. Terlebih SMK bebas zona dan pemeringkatan berdasar nilai UNBK,” jelas dia.

Dia mencontohkan hasil pemeringkatan sementara pukul 12.15 kemarin, yakni jurusan geomatika dengan nilai UNBK tertinggi 311,0 dan terendah 197,0. Selain itu, jurusan teknik komputer dan jaringan dengan nilai UNBK tertinggi 348,0 dan terendah 262,0.

“Jadi pendaftar yang nilai UNBK berada di bawah nilai terendah tidak bisa masuk,” tambahnya.

Namun, paparan tersebut bersifat sementara saja. Masih terus berubah. Semua dapat dipastikan saat pengumuman 21 Juni dini hari nanti melalui website online.

(bj/dny/rij/yan/msu/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia