Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Pemohon Kartu AK-1 Meningkat

Ratusan Pencari Kerja Siap Merantau

20 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Warga yang berburu kartu AK-1 (kartu pencari pekerjaan) ternyata meningkat. Indikasi ini terjadi setelah bulan lalu adanya lulusan SMA/SMK. Juga ditambah usai Lebaran, identik warga berburu pekerjaan ke luar kota.

Fenomena mencari pekerjaan ini setelah adanya peningkatan pemohon kartu AK-1 di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro. Namun, di sisi lain ada penurunan pada jumlah pendaftar tenaga kerja Indonesia (TKI).

Ardian, 19, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, mengatakan sedang berburu pekerjaan. Dia bersama dua temannya ingin mendapatkan kartu AK-1.  “Tadi habis dari disperinaker lihat info-info lowongan kerja. Saya kecele ketika mau urus kartu AK-1, ternyata sekarang pindah ke sini (mal pelayanan publik),” ujar alumni siswa SMK Siang itu.

Ardian berencana menyebar surat lamaran pekerjaannya di dalam maupun luar kota. Ia mengaku siap kalau memang harus merantau ke luar kota. Menurutnya, kesempatan kerja di masa-masa sekarang harus lebih sering mencari informasi.

Ia berharap bisa bekerja di dunia otomotif agar sesuai jurusannya, yakni teknik kendaraan ringan. “Tapi tak menutup kemungkinan kalau ada kesempatan bekerja di bidang lain, insyaallah tetap saya ambil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinperinaker Bojonegoro Sugi Hartono membenarkan bahwa pemohon kartu AK-1 meningkat bulan ini. Menurutnya, hari-hari biasa hanya 20-30 pemohon. Kini naik 50-an pemohon per harinya, bahkan kemungkinan nanti akan meningkat lagi.

Pemohon ada yang memang lulusan SMA baru atau para calon perantau. “Biasanya ketika momen Lebaran lalu itu ada yang mengajak keluarganya untuk merantau ke luar kota. Jadi ketika hendak merantau perlu mengurus kartu AK-1 dulu di sini,” jelasnya.

Melihat data tersebut, jika dikalkulasi pemohon kartu AK-1, tentu ada ratusan warga yang siap-siap merantau.

Sementara itu, tren TKI sejak Januari hingga Mei masih sepi. Terdata masih sebanyak 235 TKI baru. Sehingga, diprediksi jumlahnya akan cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya. Penyebab pastinya belum dipetakan, namun ada kemungkinan perekonomian lokal cukup baik.

Apabila berdasarkan data tahunan jumlah TKI di Bojonegoro, sejak 2017 lalu sudah mengalami penurunan. Dikatakan pada 2016 lalu, jumlah TKI sebanyak 600 orang, lalu pada 2017 turun menjadi 588 orang, dan pada 2018 turun lagi jadi 501 orang.

“Tiap tahun turun, persebarannya pun berubah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftar biasanya mulai berdatangan ketika pertengahan tahun. Perilaku minat masyarakat menjadi TKI memang biasanya ingin memperoleh gaji besar di kala perekonomian keluarga masih serba kekurangan.

Saat ini daerah yang didominasi TKI, yakni Bojonegoro bagian selatan. Di antaranya Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru, Temayang, Bubulan, Sukosewu, Dander, dan Ngasem.

“Dulu yang paling banyak itu wilayah Kecamatan Dander, kini sudah bergeser di daerah Sugihwaras sekitarnya,” tuturnya.

Sejauh ini, berdasarkan datanya, TKI asal Bojonegoro tersebar di 22 negara. Namun negara yang paling banyak diburu oleh TKI asal Bojonegoro, yaitu sekitar Asia Pasifik, seperti Malaysia, Brunei, Taiwan, Hongkong, dan sekitarnya.

(bj/gas/rij/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia