Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Peluang Jalur Prestasi SMP Sangat Kecil

19 Juni 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AMIN FAUZIE/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Persaingan jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP yang baru dibuka Senin (24/6) pekan depan dipastikan berlangsung ketat. Pendaftar kuota prestasi yang hanya lima persen dari pagu sekolah ini memiliki peluang sangat kecil karena harus bersaing dengan peraih prestasi pada empat bidang yang berbeda.

Petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menyebutkan, kuota lima persen dari pagu sekolah diperebutkan peraih tertinggi nilai ujian sekolah berstandar nasional (NUSBN), hafiz Alquran, juara akademik, dan nonakademik. Para putra terbaik Bumi Wali tersebut dipastikan harus fokus bersaing di sejumlah sekolah yang selama ini mendapat predikat unggulan, seperti SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, disdik bersama musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMPN menyiapkan kuota lima persen tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Lima puluh persen di antaranya untuk peraih juara kompetisi akademik dan nonakademik. Selanjutnya, 30 persen untuk peraih nilai tertinggi USBN dan 20 persen untuk hafiz Alquran. ‘’Batas maksimal lima persen. Sangat sedikit, tapi aturannya seperti itu,’’ terang dia.

Berdasarkan informasi dari Wakil MKKS SMPN Denny Tricahyo, SMPN 1 Tuban memiliki pagu 196 siswa. Rinciannya, 6 kelas masing-masing terisi 32 siswa. Itu berarti kuota prestasi hanya 10 orang (5 persen dari pagu). Sepuluh orang tersebut terbagi untuk 5 siswa peraih prestasi akademik dan nonakademik, 3 siswa peraih nilai USBN tertinggi, dan 2 siswa hafiz Alquran.

Berbeda dengan SMPN 3 Tuban, SMPN 2 Tuban, dan sekolah lain di kawasan kota yang memiliki pagu lebih banyak, yakni 8 kelas atau 256 siswa. Itu berarti kuota prestasi masing-masing sekolah tersebut 13 siswa.

Nur Khamid menegaskan, jika kuota prestasi pada satu sekolah terpenuhi, maka otomatis akan bergeser ke sekolah lain dalam satu zona. Sehingga, para pendaftar jalur prestasi pada sekolah tertentu memiliki peluang tergeser lebih besar daripada pendaftar zonasi.

Meski jadwal sudah mulai disosialisasikan, namun disdik belum memutuskan nominal poin untuk masing-masing prestasi. Mantan sekretaris Disdik Tuban ini hanya menjelaskan prestasi level tertinggi seperti kompetisi internasional dan nasional yang berjenjang akan mendapat poin lebih tinggi daripada prestasi provinsi atau kabupaten.

Sementara untuk hafiz Alquran minimal harus hafal 3 juz. Untuk peraih nilai tertinggi USBN nantinya akan bersaing dengan pendaftar lain pada jalur yang sama.

Nur Khamid juga mengimbau siswa yang memiliki prestasi untuk memanfaatkan piagam kejuaraanya ketika mendaftar luring di jalur tersebut. Namun, jika jarak rumah dengan sekolah yang dituju sudah sangat dekat, disarankan untuk mendaftar jalur zonasi yang memiliki peluang lebih besar atau 90 persen dari kuota sekolah. ‘’Harus lebih cermat dalam mendaftar, pertimbangkan yang baik mau ikut jalur mana,’’ imbau pendidik senior ini.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia