Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Sekolah Tak Tahu Sistem Pengitungan Jarak dar

Aplikasi Dipegang Tim ITS

19 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERDASARKAN JARAK DARI RUMAH: Website ppdb untuk SMA/SMK negeri dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

BERDASARKAN JARAK DARI RUMAH: Website ppdb untuk SMA/SMK negeri dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan memastikan ada aplikasi khusus untuk perhitungan zonasi bagi peserta penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK negeri. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Sri Yuliarsih, mengatakan, aplikasi khusus disediakan Disdik Jawa Timur.

Dia mengklaim, teknis perhitungan seluruh lembaga sama. “Ada aplikasi khusus untuk mengitung radius jarak tempat tinggal calon peserta,” ujarnya.

‘’Ada petugas ITS yang pegang aplikasinya,’’ imbuhnya. 

PPDB jalur online saat ini menimbulkan pro dan kontra. Sebab, sejumlah peserta ada yang merasa diuntungkan dan aman karena zona. Namun, ada yang merasa dirugikan karena jarak rumahnya jauh dari sekolah yang dituju.

Kepala SMAN 1 Sukodadi Lamongan, Wiyono, mengatakan, berdasarkan keterangan tim IT sekolah, traffik dari pendaftaran online masih terus berubah. Perubahan itu di-handle by system oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Sekolahnya tidak mengetahui mekanisme perhitungan jarak tempuh calon peserta.

Dia menjelaskan, saat pengambilan personal identification numbers (PIN), ada tanda tangan wali murid dan operator sekolah yang menentukan titik koordinat. Operator hanya memasukkan data ke sistem berdasarkan pedoman KK untuk alamat dan kecamatan. Sistem itu juga khusus, bukan menggunakan google map. Sementara rumahnya ditentukan oleh orang tua pendamping sebelum ditandai titik koordinat tersebut. Selanjutnya, PIN dicetak berdasarkan titik koordinat tersebut.

“Kita hanya input berdasarkan titik koordinat, dan harus hati-hati sebab PIN ini bisa dimanfaatkan untuk mendaftar di berbagai sekolah,” jelasnya. 

Wiyono menuturkan, setelah siswa mencetak PIN, mereka hanya mengetahui jarak longitudinal atau prediksi seperti di google, yakni terdekat dan terjauh. Belum bisa dipastikan berapa jarak tempuhnya.

Terkait perhitungannya menggunakan jalur lurus atau berputar, Wiyono tidak tahu. Alasannya, setelah menentukan titik koordinat, petugas IT langsung input ke sistem. Perhitungan dilakukan by system tersebut. Nah, saat pendaftaran itulah muncul angka jaraknya dalam meter. Selanjutnya, muncul perangkingannya.

Jarak rumah dan perangkingan itu langsung dilakukan provinsi. Sehingga provinsi yang mengetahu metode perhitungan jaraknya.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia