Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Dikeluhkan Lagi, PDAM Butuh Genset Khusus

19 Juni 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BUTUH WAKTU: Air PDAM tidak jernih setelah pemadaman. PDAM mengklaim karena pencampuran zat kimianya masih berlangsung.

BUTUH WAKTU: Air PDAM tidak jernih setelah pemadaman. PDAM mengklaim karena pencampuran zat kimianya masih berlangsung. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan kembali dikeluhkan. Sebagian pelanggan mengaku kesulitan mendapatkan air jernih.

Saputra, warga asal Perumda Deket, mengaku mendapatkan informasi PDAM melakukan pemadaman. Padahal, air bersih merupakan kebutuhan sehari - hari. Sehingga pemadaman tersebut sangat merugikan.

Apalagi, setelah pemadaman air juga tidak bisa langsung jernih. Ada perubahan warna sampai beberapa jam. “Sebaiknya ada perbaikan pelayanan. Sebab saluran PDAM ini juga harus dua kali pemanfaatannya sebab menggunakan pompa air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud, memastikan pemadaman berasal dari teknisi listrik. Sebab, ada pemeliharaan berkala. Akibatnya, PDAM belum bisa melayani untuk beberapa jam di wilayah seperti Lamongan kota, Perumda Deket, Perumnas Made, dan Graha.

Menurut dia, pemulihan pelayanan menyesuaikan jarak. Untuk memasok kebutuhan air bersih wilayah kota dan sekitarnya, PDAM mengandalkan pipa Plosowahyu. Sementara di Plosowahyu, belum ada genset untuk mengantisipasi adanya pemadaman. Sehingga dampaknya langsung ke masyarakat.

Ali menuturkan, jika ada genset, maka pelayanan tidak terganggu. Namun, saat ini PDAM belum memiliki genset khusus. PDAM hanya punya empat genset kapasitasnya kecil. Sehingga tidak bisa mengkover seluruh layanan di Lamongan. Sementara kebutuhan daya listrik untuk Plosowahyu mencapai 345 kva. Apabila digantikan genset, maka berarti skala besar. Atau setara dengan colt diesel dengan kapasitas minimal 400 kva. “Nanti akan kita usahakan, tapi memang bertahap,” tuturnya.

Saat ini, pelayanan kerap terganggu karena pemadaman. Namun pihaknya berusaha melakukan perbaikan dengan cepat. Jika lokasi layanan jauh dengan pipa utama, maka pemulihannya tetap lama. Alasannya, proses mengangkat air juga jauh dan membutuhkan waktu. Untuk perubahan warna air pasca pemadaman. Ali mengaku karena pencampuran zat kimianya masih berlangsung. Dia memastikan tidak berbahaya. Sebab air yang akan diolah sudah melalui penelitian dan diberikan pelarut khusus.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia