Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Pendaftar Beradu Real Time

Siswa Deg-degan Sistem Zonasi

19 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENUJU KELAS: Calon siswa mengisi berkas pendaftaran PPDB di SMAN 2 Bojonegoro. Persaingan cukup ketat.

MENUJU KELAS: Calon siswa mengisi berkas pendaftaran PPDB di SMAN 2 Bojonegoro. Persaingan cukup ketat. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Luluk Alfadila deg-degan meski telah mendaftar di SMAN 1 Kedungadem dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dia mendaftar jalur zonasi berdasarkan jarak rumah.

Sebab, dalam zonasi ini, jarak terdekat antara rumah dengan sekolah cukup berpeluang. Sedangkan, jarak rumahnya dengan SMAN 1 Kedungadem sekitar 138 meter. Meski berpeluang diterima, dia masih risau.

“Meski begitu, saya masih resah. Bahkan tadi sempat memeriksa nama saya ke sekolahan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (18/6).

Alfadila masih belum bisa tenang. Dia kerap memeriksa website untuk melihat namanya. Terlebih, pilihan kedua jaraknya lebih jauh yaitu SMAN 1 Sumberrejo. “Semoga diterima. Rasanya tak sabar menunggu hasil pengumuman 21 Juni nanti,” ungkap dia.

Persaingan pendaftar PPDB online jenjang SMAN masih terus berjalan. Sesuai jadwal, pendaftaran berakhir 20 Juni, dan pengumumannya 21 Juni melalui website online.

Hingga hari kedua kemarin (18/6) masih terdapat dua sekolah minim pendaftar. Yakni SMAN 1 Bubulan dan SMAN 1 Tambakrejo. Jumlah pendaftar masih belum seimbang dengan pagu.

Berdasar data, SMAN 1 Bubulan memiliki 65 pendaftar. Padahal jumlah pagu PPDB online sebanyak 72. Sementara SMAN 1 Tambakrejo memiliki 76 pendaftar dengan jumlah pagu yang dibutuhkan sebanyak 125. Merujuk website ppdbjatim.net, SMAN 1 Tambakrejo sementara telah menerima sebanyak 70 calon siswa. Sedangkan, SMAN 1 Bubulan sebanyak 61 calon siswa.

Berbeda yang terjadi pada SMAN 1 Sumberrejo. Sebab, sekolah yang terletak di jalan poros Bojonegoro-Babat itu ramai pendaftar. Misalnya, hingga kemarin siang, SMAN Sumberrejo telah menerima 447 pendaftar sebagai pilihan pertama dan 158 pilihan kedua. Sehingga total sebanyak 605 pendaftar.

Padahal, jumlah kuota pagu untuk PPDB online ada 224 siswa. Sehingga terjadi persaingan ketat. Baik itu zonasi berdasarkan jarak rumah ataupun zonasi berdasarkan nilai UNBK.

Ketua Panitia Pelaksana PPDB Online SMAN 1 Sumberrejo Hadi mengatakan, pendaftaran serta pemeringkatan calon siswa terus berjalan dan berubah dalam 24 jam hingga 20 Juni. Sebab, sistem online dari pusat yang mengatur.

“Sehingga instansi sekolah hanya memonitor dan memfasilitasi saja,” kata dia.

Terkait calon siswa dengan nilai UNBK tergolong tinggi yang tak lolos karena jarak rumah jauh, dia tak bisa menjawab pasti. Sebab, semua itu sistem yang mengatur secara real time.

“Tapi kemungkinannya ada. Sebab, pendaftar kurang tepat memilih sekolah yang akan dituju,” imbuhnya.

Sebetulnya hal seperti ini akan sulit terjadi. Sebab, ketika pendaftar memasukkan data dalam sistem, terdapat rekomendasi dari sekolah yang alangkah baiknya dipilih. Tentu yang memiliki kemungkinan diterima tinggi.

“Sistem telah memberikan rekomendasi. Namun, pilihan tersebut kembali pada pribadi masing-masing,” ujar dia.

Dia menambahkan, yang bisa terpantau lembaga sekolah hanya perihal pengambilan PIN saja. Selain itu, tidak dapat menjawab pasti. Sebab, jumlah pendaftar dan pemeringkatan terus berubah.

“Sistem online terus berjalan. Sedangkan lembaga sekolah membuka pelayanan hinga pukul 14.00 saja,” ucapnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Adi Prayitno menambahkan, jumlah pendaftar masih terus bertambah. Terlebih calon siswa dapat mendaftar dari rumah masing-masing.

“Namun lembaga sekolah juga membuka layanan membantu calon siswa hendak mendaftar. Jadi masih ada waktu,” kata dia.

Sehingga, sisanya masyarakat dapat memonitor melalui website. Terlebih pengumuman juga diakses melalui website. Berbeda dengan pengumaman PPDB offline yang juga terpampang di lembaga sekolah.

(bj/dny/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia