Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Dimediasi Kacabdisdik, Polemik PPDB SMKN Tambakboyo Berakhir

19 Juni 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DUDUK SATU MEJA: Mediasi polemik PPDB SMKN Tambakboyo di kantor Cabdisdik Tuban yang dipimpin langsung Kepala Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (18/6).

DUDUK SATU MEJA: Mediasi polemik PPDB SMKN Tambakboyo di kantor Cabdisdik Tuban yang dipimpin langsung Kepala Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (18/6).

Share this      

TUBAN – Polemik pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMKN 2019 antara SMKN Tambakboyo dengan SMAN Tambakboyo dan SMAN Bancar akhirnya berakhir. Itu menyusul pertemuan antarkepala sekolah yang diinisiasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (18/6).

Mediasi di kantor Cabdisdik Tuban Jalan Panglima Sudirman itu berlangsung mencair. Selain mengundang kepala sekolah yang terlibat polemik PPDB, yakni Kepala SMKN Tambakboyo Ratna Ayumilia, Kepala SMAN Tambakboyo Nuryono, dan Kepala SMAN Bancar Abdul Latif, pertemuan sekaligus evaluasi hasil PPDB yang berlangsung di ruang kerja kacabdisdik tersebut juga dihadiri sejumlah kepala SMAN dan SMKN di Tuban. Seluruh kepala sekolah yang hadir duduk satu meja bersama kacabdisdik.

Sejumlah persoalan yang menjadi polemik dalam pelaksanaan PPDB pun diurai satu persatu oleh Kacabdisdik Adi Prayitno, setelah sebelumnya masing-masing kepala sekolah memberikan penjelasan atas persoalan yang muncul. Tak ada perdebatan dalam forum tersebut. Sebaliknya, mediasi yang dipimpin langsung mantan Kacabdisdik Provinsi Wilayah Nganjuk itu berjalan mencair.

SEPAKAT MENGAKHIRI POLEMIK: Kepala Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno bersama kepala sekolah melakukan tos sebagai tanda mengakhiri polemik PPDB.

SEPAKAT MENGAKHIRI POLEMIK: Kepala Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno bersama kepala sekolah melakukan tos sebagai tanda mengakhiri polemik PPDB. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

‘’Kesimpulannya, masing-masing kepala sekolah (yang terlibat polemik, Red) telah meminta maaf dan sepakat untuk mengakhir polemik yang muncul,’’ tutur Adi, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban yang hadir langsung dalam forum mediasi tersebut.

Disampaikan Adi, polemik pelaksanaan PPDB ini sebenarnya hanya masalah miskomunikasi antara kepala sekolah. Minimnya koordinasi yang terbangun antarkepala sekolah membuat komunikasi tertutup. ‘’Setelah sekarang duduk bareng satu meja,  akhirnya selesai (polemiknya, Red). Jadi, ini hanya masalah miskomunikasi saja,’’ katanya.

Karena itu, lanjut Adi, polemik yang melibatkan kepala sekolah di wilayah Kecamatan Tambakboyo dan Bancar ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, bahwa komunikasi dan koordinasi antar kepala sekolah sangat penting. Sehingga, satu sama lain bisa saling memahami.

‘’Kita ambil hikmahnya saja. Karena jika dilihat dari konteks semangatnya (kepala sekolah, Red) dalam mencari peserta didik ini sangat positif. Hanya saja, caranya kurang benar. Ke depan (persaingan PPDB, Red) harus semakin cerdas, profesional, dan taat aturan,’’ ujar dia memberikan pesan kepada seluruh kepala SMA/SMKN di wilayah Bojonegoro dan Tuban agar selalu menjalin komunikasi dan koordinasi antarkepala sekolah.

Sebagaimana diketahui, problem PPDB ini muncul ke permukaan karena SMKN Tambakboyo dinilai mencuri start pelaksanaan PPDB dengan memberikan formulir pendaftaran kepada peserta didik sebelum jadwal pelaksanaan PPDB dimulai. Akibatnya, SMAN di wilayah sekitar merasa dirugikan.

(bj/ds/tok/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia