Rabu, 13 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Baru Terealisasi Tiga Persen

18 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MASIH MINIM: Petambak garam manual baru menyiapkan air tuah. Sementara petambak garam prisma sudah ada yang panen.

MASIH MINIM: Petambak garam manual baru menyiapkan air tuah. Sementara petambak garam prisma sudah ada yang panen. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

BRONDONG – Produktivitas garam baru terealisasi 3 persen dari target 24.125 ton garam per tahun.

‘’Mulai Januari hingga Mei ini, target garam masih mencapai 452 ton,’’ tutur Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Abdullah Ubaid, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (17/6).

Menurut dia, mayoritas petani garam manual baru menyiapkan air tuah, sebagai bahan baku sekitar sebulan ini. Sehingga, produksi garam hanya mengandalkan sistem prisma.

‘’Tiap tahun siklusnya juga seperti ini. Di semester pertama minim, tapi ditopang produksi di semester kedua nanti,’’ ujar Ubaid.

Dia memrediksi puncak produksi garam dimulai bulan depan hingga Oktober.

Arifin, petani garam prisma di Kecamatan Brondong, menuturkan, produksi garam prisma tahun ini tidak terlalu besar. Banjir saat musim hujan lalu membuat dirinya tak bisa menyiapkan banyak air tuah. Produksi garam hanya sekitar 25 ton per bulan. 

‘’Hingga pertengahan bulan ini, saya baru berproduksi 10 ton garam,’’ ujar Arifin saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia mengatakan, harga garam di tingkat petani masih di bawah Rp 1.000 per kilogram (kg). ‘’Pembelinya sedikit tapi stok dari petani masih banyak. Jadi harganya tidak terlalu tinggi,’’ katanya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia