Selasa, 23 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
PMI Klaim Hanya Uji Coba

Baru Dibangun, IPAL Bocor

16 Juni 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PENGOLAHAN AIR LIMBAH: Suasana kantor PMI Lamongan. Belum lama dibangun IPAL, tapi saat uji coba ternyata bocor.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH: Suasana kantor PMI Lamongan. Belum lama dibangun IPAL, tapi saat uji coba ternyata bocor. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan terjadi kebocoran. Padahal, IPAL tersebut baru selesai pembangunannya beberapa bulan lalu.

IPAL bocor ini diketahui ketika dilakukan uji coba. Selain bocor, juga mengeluarkan busa. “Belum dimanfaatkan. Kebocoran terjadi saat dilakukan uji coba,” kata Teknisi Transfusi Darah UTD PMI Lamongan Eko Harijono.

Menurut dia, IPAL tersebut memang baru tuntas pembangunannya. Tapi, belum dimanfaatkan karena gedung PMI akan dibangun total. Sementara, limbah medis yang dihasilkan langsung diambil oleh perusahaan pengelola limbah khusus dari Mojokerto.

Menurut dia, kebocoran itu tidak berdampak pada pencemaran apapun. Sebab, IPAL belum dimanfaatkan. Ketika dilakukan uji coba, reaksinya memang mengeluarkan busa. Dan, uji coba tersebut bukan menggunakan limbah medis. Tapi, menggunakan air bekas cuci tangan.

Sejauh ini, untuk pengolahan limbah medis masih mengandalkan luar kota. Sehingga, IPAL yang ada hanya mengolah limbah bekas cuci tangan dan kamar mandi. Karena itu, Eko memastikan meski ada kebocoran tidak akan membahayakan. Bahkan, dalam waktu dekat akan segera dibangun.

Rencananya gedung tersebut akan ditinggikan dua lantai. Lantai dasar untuk pengolahan darah. Sedangkan, lantai atas untuk administrasi. Saat ini menunggu alur ruang laboratorium dari UTD PMI pusat. Sebab aturan terbaru, harus ada alur dari masing-masing ruangan.

“Saat gedungnya dibangun, sementara akan dipindah di belakang dinas kesehatan (dinkes),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lamongan Taufik Hidayat menuturkan, terkait IPAL bocor tidak ada laporan. Karena PMI melakukan kerja sama dengan pengolah limbah swasta. Sehingga, dinkes tidak mengetahui alurnya. Apalagi untuk pengolahan tersebut izinnya langsung dari pemerintah pusat. Sehingga pihaknya belum mendapatkan laporan.

“Tidak ada laporan, karena memang tidak wajib melapor, mereka izinnya langsung ke Kementrian LH (lingkungan hidup),” tuturnya.

(bj/rka/rij/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia