Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Proyek Dua Jembatan Molor

16 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BELUM TERSENTUH: Jembatan Ngangkrik di Desa Balun Kecamatan Turi yang roboh sejak akhir tahun 2017 yang lalu hingga kini belum tersentuh pembangunan. Padahal jembatan ini satu satunya akses untuk masuk ke dusun Ngangkrik.

BELUM TERSENTUH: Jembatan Ngangkrik di Desa Balun Kecamatan Turi yang roboh sejak akhir tahun 2017 yang lalu hingga kini belum tersentuh pembangunan. Padahal jembatan ini satu satunya akses untuk masuk ke dusun Ngangkrik. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan merencanakan perbaikan empat jembatan di jalan poros desa. Hingga kini, tercatat satu jembatan sudah rampung. Yakni jembatan Gendot, Desa/ Kecamatan Sarirejo. Sedangkan, Jembatan Desa Sumberagung, Sukodadi-Desa Sukosongo, Kembangbahu terealisasi 25 persen.

Sebaliknya, pengerjaan Jembatan Ngangkrik Desa Balun, Kecamatan Turi dan Jembatan Jatipandak, Kecamatan Sambeng, belum terealiasi. ‘’Sebelumnya tender molor karena saat musim hujan lalu terkendala debit air di kali masih tinggi,’’ kata Kasi Perbaikan Jalan Poros Desa Mira kemarin (15/6).

Jika kondisi memungkinkan, dinas PU bina marga bakal melakukan tender bulan ini. Dia mengaku tak ingin mengambil risiko. Sebab, kondisi dua titik tidak memungkinkan dikerjakan. Sehingga, jika dipaksakan, diperkirakan rekanan tak bakal bisa menyelesaikan tepat waktu. 

‘’Daripada terkena adendum waktu, lebih baik pengerjaannya kita undur,’’ ujar Mira. 

Jembatan lama yang ambruk pada 29 November 2017 lebarnya sekitar 2,5 meter (m). Sedangkan, jembatan bakal dibangun dengan APBD, nanti lebarnya 4 meter. ‘’Untuk panjangnya masih sama 18 meter di atas aliran Kali Plalangan,’’ ujarnya. 

Anggaran jembatan vital akses masyarakat Dusun Ngangkrik itu diusulkan Rp 1,3 miliar. Namun hanya disetujui Rp 1,1 miliar. Sehingga, lebar jembatan semula rencana 5 meter, menjadi 4 meter. ‘’Tapi kalau ukuran segitu menurut saya sudah cukup dilintasi kendaraan roda empat,’’ imbuhnya. 

Konstruksi Jembatan Ngangkrik nantinya akan diperkuat. Itu mengantisipasi hal serupa terjadi. Sebab saat musim penghujan aliran Kali Plalangan lebih deras. Tentu, bisa memicu kerusakan pada konstruksi jembatan.

(bj/ind/rij/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia