Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
PPDB Jenjang SMA-SMK Negeri

Hanya Dua Sekolah yang Buka Jalur Inklusi

16 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Adi Prayitno, Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban

Adi Prayitno, Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban (Istimewa)

Share this      

TUBAN – Pelajar difabel di Tuban masih belum bisa leluasa memilih SMA/SMK negeri yang ada di Tuban. Sebab, dari sekian banyak SMA dan SMK negeri yang ada di Bumi Wali, sampai saat ini baru dua sekolah yang membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur inklusi. Yakni, SMAN 1 Rengel dan SMKN 2 Tuban.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, sampai saat ini memang baru ada dua sekolah yang memenuhi standar minimal untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi.

‘’Di dua sekolah ini (SMKN 2 Tuban dan SMAN 1 Rengel, Red) SDM-nya (tenaga pendidik, Red) sudah ada, sehingga sudah siap membuka jalur inklusif,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Adi, faktor utama belum siapnya sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan anak berkebutuhan khusus karena ketersediaan SDM gurunya. Sebab, tidak semua sekolah memiliki guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan inklusif.

‘’Tidak semua guru bisa menangani anak berkebutuhan khusus. Di Tuban, hanya SMAN Rengel dan SMKN 2 Tuban yang memenuhi standar tersebut (kualifikasi pendidik inklusi, Red),’’ ujarnya.

Ke depan, lanjut Adi, jumlah sekolah yang membuka jalur inklusi akan terus ditambah. Sekolah yang dianggap sudah mampu untuk membuka jalur inklusi akan diusulkan.

‘’Yang sudah memenuhi kualifikasi (membuka kelas inklusi, Red) nanti kita usulkan. Disetujui atau tidak, nanti tergantung keputusan dari dinas pendidikan provinsi,’’ tandasnya.

Waka Humas SMKN 2 Tuban Niniek Widiarochmawati mengatakan, penerimaan jalur inklusi di SMKN 2 Tuban telah berjalan tiga tahun. Pada PPDB tahun lalu menerima satu siswa. ‘’Tahun lalu ada satu siswa. Tahun sebelumnya juga satu siswa. Untuk tahun ini belum bisa dipastikan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Niniek menyampaikan, sampai saat ini siswa dari jalur inklusi itu masih aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan jurusan yang diambil.

‘’Mereka mengambil jurusan Tata Busana. Meski inklusi, mereka juga memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan siswa lain,’’ tuturnya.

Masih dikatakan Niniek, sebagai sekolah yang membuka jalur inklusi, SMKN 2 Tuban siap menampung dan mendidik siswa yang berkebutuhan khusus. Baginya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

‘’Jangan salah, meski berkebutuhan khusus, mereka juga memiliki keahlian sesuai dengan bakatnya yang tidak kalah siswa lain,’’ tandas Niniek.

Senada juga disampaikan kepala SMAN Rengel, Kusworo BM. Dalam beberapa tahun terakhir ini, SMAN Rengel juga membuka jalur inklusi. Namun, dalam perjalanannya tidak ada yang mendaftar.

‘’Untuk tahun ini, sejak dibuka pendaftaran offline dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini juga belum ada yang mendaftar,’’ ujarnya.

(bj/tok/yan/wid/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia