Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Belum Pastikan DAK Siswa Sudah Lulus

15 Juni 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Dana alokasi khusus (DAK) pendidikan mulai proses pencairan. Bantuan pendidikan diberikan siswa-siswi SMA/SMK ini sudah dinanti. Namun, pencairan untuk siswa yang sudah dinyatakan lulus tahun ini masih belum dipastikan.

“Untuk kelas XII yang sudah lulus masih dipertimbangkan. Karena mereka sudah dinyatakan lulus oleh dinas pendidikan (disdik),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Faisol Ahmadi kemarin (14/6).

Pencairan DAK pendidikan tahun ini tetap dilakukan melalui DPMD. Bukan melalui dinas pendidikan (disdik). Padahal, sebelumnya pemkab berencana mengubah skema pencairan DAK pendidikan itu ke disdik. Namun, hingga kini tidak ada payung hukum yang membuat disdik bisa mencairkan DAK itu.

Saat ini, DPMD sudah menginformasikan pencairan itu pada seluruh desa. Sehingga, pemerintah desa bisa segera melakukan proses pengajuan pencairan secepatnya.

Faisol menjelaskan, saat ini proses pencairan sudah dilakukan. Jumlah proposal masuk ke DPMD sudah mencapai 26 desa yang mengajukan. Sedangkan, desa-desa lainnya masih dalam proses. “Dua desa sudah kami kirim ke BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah) untuk proses pencairan. Itu yang syaratnya sudah lengkap,” terangnya.

Faisol menjelaskan, pencairan DAK pendidikan ini sementara akan difokuskan pada kelas XI dan kelas XII. Sedangkan, kelas XII sebelumnya yang sudah lulus masih perlu dilakukan pembahasan.

Sebelumnya, Disdik Bojonegoro menyatakan akan menyerahkan pencairan DAK pendidikan ke DPMD. Itu karena paraturan bupati (perbup) pencairannya masih mengacu ke DPMD. Padahal, awalnya pemkab memerintahkan disdik untuk mencairkannya.

Pencairan melalui DPMD itu tentunya tidak akan mengubah skema pencairan. Pencairan tetap akan dilakukan ke rekening desa. Kemudian oleh pemerintah desa dikirimkan ke bank perkreditan rakyat (BPR) Bank Daerah.

Sebelumnya, bahkan direncanakan akan dicairkan melalui Bank Jatim. Dan, nantinya siswa dibuatkan rekening Bank Jatim untuk mengambil dana itu.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia