Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Yang Dijanjikan Pemkab Bojonegoro

SPP MA Gratis Menunggu Bupati

15 Juni 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Jika Gubernur Jawa Timur (Jatim) memastikan akan menggratiskan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) SMA/SMK negeri mulai tahun ajaran baru, berbeda dengan siswa madrasah aliyah (MA) masih menunggu janji dari Pemkab Bojonegoro. Sebab, sebelumnya sudah dilakukan pendataan siswa MA se-Bojonegoro oleh pemkab setempat yang berencana membiayai SPP.

“Kami masih menunggu bupati, karena sebelumnya kami sudah diminta data siswa MA,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wakhid kemarin (14/6).

Menurut dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro mencapai Rp 4,7 triliun dinilai cukup tinggi. Sehingga, untuk menggratiskan SPP siswa MA di Bojonegoro dinilai sebuah terobosan yang patut diapresiasi. Berdasar data kantor Kemenag setempat, jumlah MA di Bojonegoro sebanyak 56 lembaga. Dan, sebanyak 11.748 siswa.

Rencana SPP gratis MA ini, kata Wakhid, cukup tepat. Sebab, selama ini mayoritas siswa MA dari warga desa pinggiran dan keluarga ekonomi pas-pasan. Namun, semangat menuntut ilmu, banyak lulusan MA sudah menempati posisi strategis di pemerintahan.

Sehingga, rencana pemkab memberi SPP gratis bagi siswa MA itu dinilai bentuk balas budi. Sebab, dia memastikan banyak MA sudah menyumbangkan lulusan terbaiknya untuk pembangunan daerah. “Kami berharap tahun ajaran baru nanti sudah terealisasi,” ucap Wakhid.

Dia menambahkan, adanya permintaan data siswa MA dari pemkab dinilai sebuah sinyal positif rencana realisasi SPP gratis mulai tahun ajaran baru nanti. Sebab, untuk teknisnya sudah dimatangkan tinggal realisasi.

Sesuai rencananya, setelah bupati pulang dari Inggris, pihak kantor Kemenag setempat akan berkoordinasi dengan pemkab. Tentu, terkait teknis pelaksanaan SPP gratis untuk MA. “Persiapan sudah matang, tinggal bupati,” ujar dia.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung, namun tak diangkat. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

(bj/rij/msu/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia