Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Klaim Air Waduk Aman

15 Juni 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERKURANG: Kondisi salah satu waduk yang airnya digunakan pertanian warga sekitar.

BERKURANG: Kondisi salah satu waduk yang airnya digunakan pertanian warga sekitar. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Lamongan mengklaim kondisi air waduk dan rawa masih aman. Alasannya, sebagian air sudah dimanfaatkan untuk musim tanam kedua.

“Memang ada penurunan, tidak signifikan. Karena sudah dimanfaatkan untuk tanam kedua,” klaim Sekretaris Dinas PU SDA Lamongan, M Jufri.

Menurut dia, secara debit, masing-masing waduk dan rawa masih aman. Jika ada penurunan, maka itu karena dimanfaatkan petani sekitar yang memasuki musim tanam kedua.

Namun, Jufri mengakui kapasitas waduk yang ada berkurang. Akibat pendangkalan, daya tampungnya hanya sekitar 70 persen. Cadangan air pun menyesuaikan curah hujan dan kemampuan waduk.

Sementara itu, Koordinator Kuro Karangbinangun, Kasman, menuturkan, kondisi kuro masih aman. Meski ada penurunan volume, dia memastikan bisa menyediakan cadangan air. Khususnya untuk petani di wilayah Karangbinangun, Glagah, Turi, dan Kalitengah. Bagaimana dengan petani yang melakukan penyedotan menggunakan mesin diesel? “Mereka bukan beli, tapi memang butuh biaya untuk memindahkan air dari satu sawah ke sawah lainnya,” ujarnya.

Dia berharap ada kesadaran warga untuk pemenuhan air. Kasman tidak ingin wilayah hulu kebanyakan air, sementara wilayah hilir masih membutuhkan. Sehingga ada sistem buka tutup supaya air bisa cukup.

Ubaid, petani Glagah, merasakan cadangan air mulai turun. Padahal Juni seharusnya pemanfaatan air dari bendungan belum dibatasi. Alasannya, padi baru saja ditanam dan membutuhkan air banyak untuk pemberian pupuk serta proses pertumbuhan. “Kalau tidak ada air bisa mati padi yang baru saja ditanam,” katanya.

Dia mengaku pemakaian air mulai dibatasi. Apakah cadangan air benar-benar berkurang? Dia berharap ketersediaan air masih cukup. Minimal sampai padinya benar-benar usia panen.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia