Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Motor Curian ke Pati, Sepeda ke Malang

15 Juni 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

EKSPOS TERSANGKA: Tujuh pelaku pencurian yang diungkap Satreskrim Polres Tuban.

EKSPOS TERSANGKA: Tujuh pelaku pencurian yang diungkap Satreskrim Polres Tuban. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Polres Tuban kemarin (14/6) merilis pengungkapan kasus pencurian yang ditangani selama sebulan terakhir. Dari hasil tangkapan, petugas berhasil mengamankan tujuh tersangka yang seluruhnya dilumpuhkan setelah ditembak kakinya. Rinciannya, 4 orang komplotan pencuri sepeda motor, 2 orang pencuri rumah kosong, dan 1 pencuri sepeda gunung.

Ketujuh orang tersebut terbagi dalam tiga komplotan. Nilai total barang hasil jarahannya Rp 200 juta.

Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, pencuri sepeda gunung Yoto alias Bayan warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban yang beraksi pada dua TKP mengirim sepeda hasil curian ke Malang. Sepeda curian yang harganya di atas Rp 6 juta tersebut dikirim ke penadah dengan harga Rp 750 ribu – Rp 1 juta. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam pers rilis kemarin mengatakan, sepeda motor hasil curian dijual pelaku kepada jaringan penadah di Pati, Jawa Tengah. Harganya Rp 3 juta per unit.

Pelakunya Candra Siregar warga Perum Bukit Karang, Dedi Gunawan warga Pekalongan, dan Dariyanto warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Parengan. Mereka beraksi pada tiga tempat kejadian perkara (TKP). Yang mengotaki Suryadi, residivis asal Desa Manjung, Kecamatan Montong yang baru enam bulan keluar dari lapas.

Sementara pencuri rumah kosong Imam Mahzud dan Abdulloh Muzaki, keduanya warga Jombang. Keduanya beraksi pada dua TKP. Pengakuan keduanya, mereka mencuri uang tunai, emas, ponsel, dan barang berharga lain dengan mencongkel jendela atau pintu rumah yang ditinggal pemiliknya. ‘’Semua pelaku pernah beraksi di berbagai daerah seperti Nganjuk, Jombang, dan Bojonegoro,’’ lanjut mantan kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng itu.

‘’Sekali lagi saya tegaskan, pelaku kejahatan yang masih beraksi di Tuban tidak akan hidup tenang,’’ tegas Nanang.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia