Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

PPDB SD-SMP Tak Pakai Jalur Miskin

15 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AMIN FAUZIE/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BERBEDA dengan SMA, tidak ada kuota khusus siswa miskin pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menyebut kuota 20 persen untuk siswa duafa yang sebelumnya sempat disiapkan dihapus karena dikhawatirkan menjadi sumber masalah.
Kepala Disdik Tuban Nur Khamid menegaskan, siswa miskin yang masuk SD-SMP tetao melalui jalur zonasi seperti siswa pada umumnya. Mantan kepala SMAN 1 Soko ini menjelaskan, kuota siswa miskin khusus hanya SMA dan SMK, karena sesuai dengan program pendidikan murah gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. ''SD dan SMP di Tuban kan sudah gratis, kalaupun bayar juga tidak banyak. Jadi tidak diperlukan kuota siswa miskin,'' ujar dia.
Dikatakan Nur Khamid, kedudukan siswa kaya dan miskin pada PPDB SD-SMP sama. Semua dinilai dari jarak rumah ke sekolah tujuan. Dengan demikian, pendidik yang juga pelatih gulat ini memastikan tidak ada kesenjangan strata sosial. Sehingga, orang tua tidak perlu rumit menyiapkan dokumen seperti surat keterangan tidak mampu atau keterangan sebagai peserta program keluarga harapan (PKH). ''Kalau SMA kan berbayar, jadi kuota siswa miskin bertujuan untuk memilah siswa agar mudah mendapat bantuan gubernur,'' terang dia.
Pertimbangan lain karena waktu PPDB SD-SMP sangat mepet. Sehingga, dikhawatirkan banyak orang tua yang semakin direpotkan dengan syarat tersebut. Keputusan ditiadakannya jalur siswa miskin, kata Nur Khamid, hampir dipastikan final. Sebab, dalam waktu dekat PPDB akan disosialisasikan. ''Selepas liburan ini akan segera disosialisasikan juknisnya,'' kata pendidik senior ini yang mengaku juknisnya sudah tahap finishing.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia