Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Eks Kabag Pemerintahan Bayar Denda Rp 100 Juta

14 Juni 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HITUNG UANG: Petugas pidsus kejari menghitung uang atas pembayaran pidana denda yang dilakukan Supi Haryono. Uang diserahkan oleh istrinya.

HITUNG UANG: Petugas pidsus kejari menghitung uang atas pembayaran pidana denda yang dilakukan Supi Haryono. Uang diserahkan oleh istrinya. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Eks Kabag Pemerintahan Pemkab Bojonegoro Supi Haryono akhirnya membayar pidana denda Rp 100 juta kemarin (13/6). Pembayaran secara tunai diberikan istrinya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Sementara, Supi sapaannya, masih mendekam di tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Terpidana suap lelang pembangunan gedung kantor Kecamatan Sukosewu 2016 itu divonis pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan.

“Hari ini (kemarin, Red), melalui istrinya Supi Haryono, dia membayar denda Rp 100 juta,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan.

Menurut dia, putusan sidang perkara suap tersebut pada 25 Juni 2018 lalu. Berdasarkan vonis tersebut, pidana penjara terpidana dikurangi masa penahanan kurang lebih selama 5 bulan. Lalu, ketika disinggung terkait uang pengganti, Fauzan mengatakan semua uang suap diterima terpidana senilai Rp 125 juta sudah dikembalikan.

“Terpidana terbukti bersalah melanggar pasal 12 B ayat (1) huruf a jo ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor,” tuturnya.

Sementara itu, perkara suap ini juga menyeret tersangka lain, yakni Siti Marfuah, selaku rekanan atau kontraktor proyek tersebut. Namun, hingga kini status Siti Marfuah belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Ia masih berupaya hukum dengan menempuh jalur kasasi setelah putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya turun bulan lalu. Putusan banding, Marfuah tetap divonis pidana penjara selama 2 tahun.

“Kalau Marfuah masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Kami pun sudah mengirim kontra memori kasasi setelah pengacara Marfuah kirim memori kasasi bulan lalu,” ungkap dia.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia