Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Tak Lolos Tes Tulis

Suyono dan Sri Rejeki Gagal Ikut Pilkades

14 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSAING: Panitia menunjukkan hasil tes tulis kepada bacakades. Tes tulis digelar kepada desa yang memiliki lebih lima calon.

BERSAING: Panitia menunjukkan hasil tes tulis kepada bacakades. Tes tulis digelar kepada desa yang memiliki lebih lima calon. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Perjuangan Suyono dan Sri Rejeki untuk ikut pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini gagal. Keduanya gagal menjadi bakal calon kepala desa (bacakades) karena tak lolos tes tulis.

Hasil tes tulis kemarin (13/6), keduanya tidak masuk lima besar. Padahal, sesuai regulasi, tes tulis hanya diambil lima bacakades yang ditetapkan sebagai calon kades (cakades) untuk mengikuti pilkades serentak 26 Juni.

Tes tulis ini hanya digelar untuk 2 desa dari 156 desa yang menggelar pilkades serentak. Sebab dua desa, yakni Desa Ngablak dan Desa Ngumpakdalem, terdapat bacakades lebih dari lima orang.

Suyono merupakan salah satu dari enam bacakades Ngumpakdalem. Sedangkan, Sri Rejeki salah satu dari enam bacakades Ngablak. “Sesuai amanat undang-undang, pendaftar lebih dari lima harus dilakukan tes tulis untuk diambil lima calon,” kata Asisten I Pemkab Bojonegoro Djoko Lukito.

Menurut dia, untuk mengambil lima cakades, tentu harus digelar tes tulis. Dan hasilnya Suyono mendapat peringkat keenam, sehingga gagal mengikuti tahapan selanjutnya. Juga, Sri Rejeki terpaksa harus menghentikan langkahnya merebut kursi kepala desa Ngablak, karena mendapatkan peringkat terakhir dari enam bacakades.

Tes tulis meliputi mata pelajaran pendidikan agama, kewarganegaraan, bahasa Indonesia, berhitung, dan pengetahuan umum. Masing-masing terdiri atas 10 soal. Sesuai hasil koreksi yang berlangsung terbuka disaksikan bacakades dan saksi. Rata-rata nilai berhitung di bawah lima.

“Desa Ngablak sebelumnya ada tujuh bacakades. Tapi yang satu mundur. Sehingga, tinggal enam dan setelah tes tulis tinggal lima,” kata Ketua Panitia Pilkades Ngablak Kecamatan Dander Muhtarom.

Sesuai hasil tes tulis, kata dia, Sri Rejeki mendapat nilai 39 atau peringkat keenam. Jatmiko mendapatkan nilai 63 mendapatkan peringkat pertama. Disusul Susianto berstatus petahana mendapatkan nilai 52 atau peringkat kedua.

Sedangkan yang mendapatkan peringkat ketiga Bambang Edi Purwanto dengan total nilai 52. Peringkat keempat A. Rofik dengan total nilai tes tulis 49. Dan peringkat kelima diraih Arik Ujianto dengan nilai 46.

Sedangkan Desa Ngumpakdalem, peraih nilai tertinggi, yakni A. Burhani, cakades petahana dengan total nilai 74. Kemudian peringkat kedua disusul Moh. Mukimin dengan nilai 66, peringkat ketiga diraih Evi Sutanti dengan nilai 48, peringkat keempat diraih Wasito Handoyono dengan nilai 46. Dan peringkat kelima diraih Moh. Margono. Sedangkan Suyono mendapatkan nilai 42 atau peringkat keenam.

“Proses tes berlangsung transparan. Dan keputusan ini harus kita hormati,” kata Ketua Panitia Pilkades Ngumpakdalem Syamsul Arifin.

Sementara itu, Suyono dan Sri Rejeki enggan berkomentar atas kegagalannya setelah tes tulis. Keduanya memilih tutup mulut dan meninggalkan ruang tes yang berlangsung di lantai dua dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD).

(bj/msu/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia