Rabu, 16 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Naikkan Harga Janur

12 Juni 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MANFAATKAN MOMEN: Penjual janur berbentuk ketupat di Pasar Sidoharjo, Lamongan.

MANFAATKAN MOMEN: Penjual janur berbentuk ketupat di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Sejumlah pedagang janur memanfaatkan momen kupatan untuk mengais rezeki. Mereka menawarkan janur rajut dan janur tak dirajut. 

''Kalau kemarin-kemarin, banyak yang beli janur tak dirajut. Tapi mulai tadi malam, mayoritas beli janur yang dirajut,'' tutur Siti Nur Khomariyah, salah satu pedagang janur di Pasar Sidoharjo, Lamongan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/6).

Seperti hukum pasar, ketika permintaan terhadap produk tinggi, maka nilai jualnya juga ikut meningkat. Pedagang yang awalnya menjual Rp 10 ribu berisi 10 unit janur rajut, kini harganya dinaikkan. 

''Mulai tadi malam (Senin malam) jual Rp 12 ribu. Baru kalau beli banyak dikasih harga Rp 10 ribu,'' ujar perempuan asal Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro tersebut. 

Siti mengaku bermodal Rp 8 juta untuk membeli 450 bongkok janur dari Probolinggo. Satu bongkok berisi 100 janur. Siti mengaku dagangannya hanya tersisa sekitar 25 bongkok janur. 

''Malam nanti terakhir kali jual, sebab besok (hari ini) sudah kupatan,'' ujarnya. 

Hanifah, pembeli asal Kelurahan Banjarmendalan, Lamongan, mengaku membeli 40 unit janur yang sudah dirajut ketupat.  ''Tidak bisa merajut sendiri, makanya beli yang sudah dirajut.... hehehe,'' ujarnya. 

Suto, pedagang lainnya mengatakan, dirinya mendatangkan janur dari Lumajang. Janur yang belum dirajut dijual Rp 20 ribu isi 30 lembar. Sedangkan isi 70 lembar seharga Rp 50 ribu. 

''Tapi tahun ini pembelinya tak seramai tahun lalu, karena makin banyak yang jualan janur,'' ujar pria asal Kecamatan Kembangbahu itu.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia