Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Banyak Jaringan Maling Sepeda

12 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DILUMPUHKAN: Yoto, salah satu pencuri spesialis sepeda gunung yang beraksi di Tuban sejak enam bulan terakhir.

DILUMPUHKAN: Yoto, salah satu pencuri spesialis sepeda gunung yang beraksi di Tuban sejak enam bulan terakhir. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Gaya hidup sehat dengan gowes di Tuban jadi lumbung pelaku pencurian sepeda gunung untuk beraksi di Bumi Wali. Yoto, 37, maling sepeda gunung yang diringkus Satreskrim Polres Tuban Sabtu (25/5) ternyata bukan satu-satunya pelaku pencurian sepeda angin di Tuban. Berdasarkan hasil pengembangan kasus pasca tertangkapnya warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban tersebut, polisi mengendus dua jaringan lain yang masih berkeliaran. Mereka diduga merupakan satu komplotan yang menjual barang hasil kejahatannya pada satu penadah yang sama.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, penadah yang kini buron membeli sepeda gunung tersebut dengan harga Rp 750 ribu – Rp 1 juta. Padahal, di pasaran, harga sepeda gunung tersebut dibanderol minimal Rp 6,5 juta. ‘’Kami sudah mengantongi identitas penadah. Dia orang Tuban yang saat ini kabur ke Kediri,’’ tegas dia.

Mantan kasatreskrim Polres Tulungagung ini mengungkapkan, banyak jaringan lain yang masih beroperasi di Bumi Wali. Diduga, mereka jaringan profesional. Salah satunya beroperasi dengan mobil Avanza. Setiap berhasil menggondol sepeda langsung dimasukkan ke mobil, sehingga tak dicurigai warga di sekitar rumah yang disasar. ‘’Yang disasar kompleks perumahan. Modusnya memanjat pagar,’’ ujar dia.

Perwira kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini menyebut maling sepeda tersebut merupakan jaringan antarkota. Seluruh hasil curian dijual ke penadah. Lalu penadah mencari pembeli lain di luar kota. Dengan cara demikian, jejak komplotan ini cukup sulit diendus. ‘’Sebagian besar pencuri merupakan orang Tuban yang memiliki jaringan ke kota lain. Ini komplotan terorganisir,’’ tegas Mustijat. (yud/ds)

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia