Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pasukan Ditarik, Fokus Pengamanan Pemilu

12 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TOTALITAS: Pasukan Satreskrim Polres Tuban yang disiagakan selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

TOTALITAS: Pasukan Satreskrim Polres Tuban yang disiagakan selama musim mudik dan arus balik Lebaran. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Petugas gabungan yang diterjunkan untuk pengamanan Operasi Ketupat Semeru selama Lebaran, kemarin (11/6) petang mulai ditarik. Mereka yang berjumlah 208 personel tersebut dialihsiagakan untuk pengamanan pasca pemilihan umum (pemilu). Fokusnya, mengamankan titik-titik rawan seperti gudang logistik dan sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, kondisi pasca pemilu belum sepenuhnya kondusif. Sehingga, seluruh personel diinstruksikan siaga penuh sampai waktu yang belum ditentukan.

Diakuinya, untuk sementara Tuban dipastikan aman tanpa keributan dari para pendukung calon presiden maupun wakil presiden. Juga calon legislatif. ‘’Yang dikhawatirkan konflik nasional yang belum usai. Kami siaga agar tidak sampai mengganggu kamtibmas di Tuban,’’ tegasnya.

Tak tanggung-tanggung untuk mengantisipasi perusuh pemilu, gudang logistik KPUK Tuban di Jalan Manunggal disiagakan minimal delapan personel bersenjata lengkap setiap hari. Mereka bersenjata laras panjang plus rompi antipeluru. Di sekitar gudang juga disiagakan water canon dan mobil rantis. Demikian pula pengamanan di KPUK, tenda polisi masih berdiri kukuh lengkap dengan personel pengamanan. ‘’Setiap hari minimal 15 petugas khusus yang standby,’’ jelasnya.

Mantan kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini menegaskan, satuannya berusaha mempersempit pergerakan massa yang disinyalir  melakukan demo susulan maupun pergerakan yang bisa mengganggu stabilitas politik.

Untuk mempersempit ruang gerak perusuh, polisi juga menggelar razia rutin di rumah sewa di sekitar kantor KPUK. Sebab, ada indikasi provokator dari luar kota yang dibayar untuk masuk Tuban dan membuat rusuh. ‘’Segala provokator dan perusuh tidak akan kami beri tempat,’’ tandas dia.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia