Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Lelang Selesai, Pembangunan JLS Siap Dimulai

11 Juni 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SIAP DILEBARKAN: Jalan Sukarno-Hatta akses yang menghubungkan jalan lingkar selatan dengan jalan nasional Tuban-Bulu.

SIAP DILEBARKAN: Jalan Sukarno-Hatta akses yang menghubungkan jalan lingkar selatan dengan jalan nasional Tuban-Bulu. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

TUBAN – Hiruk-pikuk Pemilu 2019 sudah berlalu. Libur panjang Lebaran juga telah usai. Kini, saatnya kembali fokus mengeksekusi sejumlah proyek pembangunan di Tuban.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tuban Edi Kartono mengatakan, setelah libur panjang Lebaran sejumlah proyek yang menjadi tanggung jawab institusinya bakal segera dieksekusi. Termasuk proyek-proyek strategis, seperti pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) dan tanggul Avur Jambon di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban.

Disampaikan Edi, panggilan akrabnya, hampir seluruh proyek di organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya telah selesai dilelang. ‘’Sekarang sudah sekitar 95 persen. Insya Allah minggu ini tuntas (proses lelangnya, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Diakui Edi, proses lelang proyek memang sedikit terlambat. Namun demikian, dia optimistis seluruh proyek bakal tuntas tepat waktu. Termasuk proyek strategis JLS yang menjadi atensi bupati Fathul Huda. ‘’Habis libur Hari Raya Idul Fitri, Insya Allah sudah bisa dikerjakan,’’ tegas dia.

Disampaikan Edi, proyek pembangunan ring road terbagi dalam tiga paket. Hanya, berapa nilai masing-masing paket tersebut, Edi tak bisa menyampaikan. Yang jelas, kata dia, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tahap awal ini mencapai sekitar Rp 70 miliar. ‘’Dikerjakan secara bersamaan,’’ imbuh dia. Sebagaimana diketahui, setelah cukup lama menunggu, JLS akhirnya bakal segera terwujud. DPU PR selaku leading sector memastikan, pada tahun ini proyek yang menjadi program prioritas bupati Fathul Huda ini bakal segera dimulai pembangunannya. Itu setelah usulan dana pada APBD 2019 disetujui DPRD.

Adapun anggaran awal yang disiapkan untuk membangun jalan yang membelah wilayah Kecamatan Semanding tersebut sekitar Rp 70 miliar dari usulan awal kurang lebih Rp 100 miliar. Estimasi panjang jalan yang akan dibangun pada tahap awal ini sekitar 7 kilometer (km) dari total 12 km). Sebagai tahap awal akan dibangun dua lajur dulu dari total empat lajur.

Perlu diketahui, JLS dengan panjang sekitar 19,9 km itu terbagi dua jalur. Jalur pertama melintasi wilayah selatan kota. Jalan ini terbentang dari Desa Tunah, Kowang, Penambangan, Prunggahan, ketiganya di Kecamatan Semanding. Selanjutnya Sugiharjo, Kembangbilo, dan Mondokan, ketiganya di Kecamatan Tuban. Hulu jalan lingkar ini persis pada Km 6-7 jalan Tuban-Babat. Persisnya di Pertigaan Tunah. Sementara hilirnya di simpang jalan SMPN 4 Tuban. Jalur pertama ini menghubungkan akses jalan menuju Terminal Wisata Kambang Putih (TWKP) Tuban yang lebih dulu dibangun. Panjang ring road ini sekitar 14,9 km.

Jalur kedua melintasi wilayah utara kota. Jalan ini menghubungkan Tunah-Tegalbang, Sumurgung, dan Kradenan dengan jalan Daendeles atau jalur pantura. Ketiga desa yang disebut terakhir berada di Kecamatan Palang. Jalur kedua ini panjangnya sekitar 5km. Hulu jalur ini hanya berjarak sekitar 300 meter (m) dari barat tikungan jalur pertama yang juga di Tunah.

Hilir jalur ring road ini di pertigaan gudang Pusri. Rekayasa Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Darat (DLLAJD) Provinsi Jatim memperkirakan, jalur lingkar selatan ini nantinya akan dijadikan akses pembuangan arus lalu lintas dari timur kota menuju Semarang. Sehingga, kendaraan yang transprovinsi tidak masuk kota. Sementara jalur kedua untuk pembuangan arus lalu lintas dari barat (Semarang). Setelah masuk kota, arus lalu lintas yang sebelumnya belok ke utara Jalan Manunggal dibuang ke timur.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia