Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jumlah Petugas Kebersihan Belum Ideal

10 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSIH-BERSIH: Salah seorang petugas kebersihan ketika menyapu halaman parkir gedung DPRD Bojonegoro. Jumlah petugas kebersihan saat ini belum ideal mengingat luasnya lokasi yang dibersihkan.

BERSIH-BERSIH: Salah seorang petugas kebersihan ketika menyapu halaman parkir gedung DPRD Bojonegoro. Jumlah petugas kebersihan saat ini belum ideal mengingat luasnya lokasi yang dibersihkan. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Jumlah pasukan kebersihan atau yang biasa disebut pasukan kuning (paskun) masih belum ideal. Kondisi itu membuat pelayanan kebersihan belum bisa menjangkau seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Nurul Azizah menuturkan, saat ini jumlah keseluruhan paskun mencapai 315 petugas. Namun, jumlah itu masih belum ideal. ‘’Idealnya adalah 500 orang,’’ ujarnya.

Saat ini petugas kebersihan paling banyak bekerja di kawasan perkotaan. Sedangkan wilayah kecamatan masih belum terjangkau semua. Hanya beberapa kecamatan yang dijangkau. Itu pun yang ada di pinggir jalan nasional atau provinsi. Yang masuk ke dalam tidak.

‘’Keterbatasan membuat paskun belum bisa menjangkau semua,’’ jelasnya.

Selain membersihkan sampah, petugas tersebut juga bertugas mengangkut sampah. Kemudian membawanya ke tempat penampungan akhir (TPA). Dari jumlah 315 itu, 100 di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS), 24 orang ber SK bupati, dan 180 tenaga harian lepas (THL). ‘’Jumlah PNS-nya memang minim,’’ jelasnya.

Selain bertugas membersihkan, mereka juga bertugas menyiram tanaman. Apalagi saat musim kemarau. Banyak tanaman di pinggir jalan yang kekeringan. ‘’Jika tidak disiram akan mati,’’ jelasnya.

Petugas kebersihan atau paskun dibagi dua. Satu di bawah naungan DLH. Satu lagi di lingkup dinas PKP dan cipta karya. Itu karena saat ini perawatan taman menjadi kewenangan dinas cipta karya. ‘’Kalau paskun hanya membersihkan sampah di pinggir jalan,’’ jelasnya.

Jalan yang dibersihkan menyeluruh. Mulai jalan nasional hingga jalan milik kabupaten. Sehingga, jalan menjadi bersih. Tidak ada sampah berserakan.

(bj/zim/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia