Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pengerukan Pasir Ancam Jembatan Kaliketek

10 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENGGANTUNG: Kondisi Jembatan Kalikethek akhir kemarau tahun lalu. Pengerukan pasir masih menjadi ancaman.

MENGGANTUNG: Kondisi Jembatan Kalikethek akhir kemarau tahun lalu. Pengerukan pasir masih menjadi ancaman. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Memasuki kemarau ini, aktivitas penambangan pasir di sekitar Jembatan Kaliketek kembali marak. Tentu ini mengkhawatirkan kondisi jembatan menghubungkan Kabupaten Tuban tersebut.

Sebab, tiang jembatan membelah Sungai Bengawan Solo itu sudah tergerus. Padahal, lokasi itu adalah areal terlarang untuk melakukan penambangan pasir. Baik penambangan manual maupun mekanik.

Kepala Seksi (Kasi) Perbaikan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi di Bojonegoro Purwanto menjelaskan, Jembatan Kaliketek dalam kondisi yang tidak bagus. Bagian bawah tiangnya mulai tergerus air. Itu sudah berlangsung sejak tahun lalu.

“Saat ini kondisinya masih sama. Bahkan, bisa lebih parah jika terus ada penambangan pasir,” jelasnya.

Menurut Purwanto, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya melarang warga agar tidak melakukan penambangan pasir. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Kami sudah berkoordinasi dengan petugas dan membuat spanduk larangan,” ujar Purwanto.

Purwanto menjelaskan, bagian bawah jembatan tengah dalam kondisi keropos. Bahkan, hanya terlihat besinya saja. Adanya penambangan pasir itu harus segera dihentikan supaya tidak semakin parah.

Menurut Purwanto, jembatan itu sebenarnya sudah dilakukan perbaikan tahun lalu. Namun, perbaikan belum selesai. Itu karena rekanan yang mengerjakan tidak bisa menyelesaikan hingga pekerjaan. “Dan keburu musim hujan,” jelasnya.

Rencananya, jembatan itu akan dipancang tiangnya. Sehingga, bagian yang keropos tidak lagi akan tergerus air. Dia melanjutkan, jika aksi penambangan pasir itu terus terjadi, dikhawatirkan jembatan akan semakin buruk. Sebab, tiang jembatan semakin lama semakin keropos.

Jembatan Kaliketek adalah jembatan yang sangat penting. Jembatan itu menghubungan antara Bojonegoro dengan Tuban. Jika jembatan itu rusak maka arus lalu lintas bisa tersendat. “Apalagi jembatan itu kerap dilintasi kendaraan muatan berat,” tambahnya.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia